China Luncurkan Internet 5G Terbesar, Rp 256 Ribu Per bulan

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
04 November 2019 11:07
China menjadi negara pertama di dunia yang mengkomersial teknologi internet 5G secara besar-besaran. 5G sudah tersedia di 50 kota.
Jakarta, CNBC Indonesia - China menjadi negara pertama di dunia yang mengkomersial teknologi internet 5G secara besar-besaran. Peluncuran ini lebih cepat dari jadwal awal yang ditetapkan pada 2020, ketika perang dagang AS-China berkepanjangan.

Pada Jumat lalu, China Telecom, China Unicorn dan China Mobile meluncurkan paket 5G dengan harga 128 yuan atau setara US$18 (Rp 256 ribu) per bulan. Paket yang ditawarkan ini akan naik menjadi US$599 yuan untuk 300 Gigabites dan 3.000 menit free telepon.


Para ahli mengingatkan harga ini tergolong mahal dan bisa mengakibatkan sulitnya adopsi yang lebih luas. Bagi AS pengumuman ini tentu menjadi perhatian sebab Presiden Donald Trump menginginkan AS menang dalam teknologi 5G.


Layanan 5G kini sudah tersedia di 50 kota di China termasuk Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Shenzhen. Di AS ada empat operator yang luncurkan teknologi 5G tetapi hanya di beberapa kota. Keempat adalah AT&T, Verizon, T-Mobile dan Sprint.

China Luncurkan Internet 5G Terbesar, Rp 256 Ribu Per bulanFoto: Huawei 5G (REUTERS/Jason Lee)

Menurut laporan GSMA, China akan menjadi negara terbesar dari sisi jumlah koneksi 5G di 2025. Tahun 2020 diperkirakan China akan memiliki 110 juta pengguna 5G dan penetrasinya mencapai 7% dari jumlah penduduk.

Analis Jefferies Edison Lee mengatakan layanan 5G per gigabyte di China hampir sama dengan Korea Selatan meskipun negara tersebut memiliki pendapatan per kapita yang lebih rendah.


"Kami kagum dengan rencana harga 5G China yang memberikan harga rata-rata per GB (US $ 0,39) yang hampir sama dengan Korea (US $ 0,38)," tulis Lee seperti dikutip dari CNBC International, Senin (3/11/2019).

"Karena pendapatan per kapita Cina adalah 69% di bawah Korea, penetapan harga yang sama kemungkinan berarti China akan memiliki penetrasi yang lebih rendah daripada Korea," tambahnya.


Tantangan lain adalah kurangnya handset berkemampuan 5G di pasar. Di segmen premium, Huawei memiliki perangkat Mate 20 X 5G dan Mate 30 yang dapat terhubung ke jaringan 5G. Ada juga Samsung Note 10+, Xiaomi, Vivo dan ZTE juga memiliki handset 5G.

"Masalah utamanya adalah: Apa sebenarnya perbedaan besar antara 4G versus 5G di mata konsumen? ... Untuk banyak hal yang dilakukan konsumen hari ini: sangat sedikit, tidak akan ada banyak perbedaan," ujar Vinod Nair dari Delta Partners.

Simak video tentang Singapura yang terapkan 5G tahun depan di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading