Balon udara raksasa Google bernama Project Loon yang punya tugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil.
Pekerja berdiri di dekat balon Loon di dalam sebuah bangunan di Moffett Federal Airfield Mountain View, California, AS, Alphabet Inc melalui Google dan anak perusahaan lainnya telah banyak berinvestasi selama dekade terakhir untuk membuat internet berkecepatan tinggi dapat diakses oleh miliaran orang. (Loon/Handout via REUTERS)Â
Balon udara raksasa Google bernama Project Loon yang punya tugas menyebarkan Internet di daerah-daerah terpencil. (Loon/Handout via REUTERS)
Balon dibuat dari plastik tipis dan diisi dengan helium. Beratnya sekitar 165 pound termasuk pompa udara, dan membawa tambahan 165 pound panel surya, antena, dan peralatan lainnya. (Loon/Handout via REUTERS)
Setiap balon sekitar dan selebar lapangan tenis ketika ditekan penuh di stratosfer pada ketinggian 60.000 kaki. (Loon/Handout via REUTERS)
Peralatan jaringan di balon terhubung ke stasiun bumi atau satelit. Setiap balon menyediakan jangkauan lebih dari 2.000 mil persegi. (Loon/Handout via REUTERS)
balon juga dapat menyampaikan koneksi internet antara satu sama lain, memperluas jangkauan mereka tanpa perlu peralatan darat tambahan. (Courtesy Loon/Handout via REUTERS)
Balon internet Google Project Loon ini ternyata sudah mengudara di Indonesia sejak Januari 2016 untuk pengujian teknis. (Courtesy Loon/Handout via REUTERS)