Courtesy Youtube/Handout via Reuters,
CNBC Indonesia
17 May 2019 11:24
Taksi ini ditenagai oleh 36 mesin jet berbahan bakar listrik dan dapat melakukan perjalanan hingga 300 kilometer dalam satu jam.
Sebuah perusahaan rintisan atau startup dari Jerman, Lilium, telah meluncurkan prototipe taksi terbang bertenaga listrik dengan lima kursi di dalamnya. (Courtesy Youtube/Lilium)
Lilium yang berbasis di Munich mengatakan taksi terbang bermesin jet miliknya telah berhasil merampungkan penerbangan perdana awal bulan ini. (Lilium/Handout via REUTERS)
Prototipe skala penuh ini lepas landas dan mendarat secara vertikal, ditenagai oleh 36 mesin jet berbahan bakar listrik, dan dapat melaju hingga kecepatan 300 kilometer dalam satu jam, menurut perusahaan itu. (Courtesy Youtube @lilium)
Taksi terbang ini tidak memiliki ekor, kemudi, baling-baling atau gearbox serta tidak menghasilkan emisi sama sekali. (Courtesy Youtube @lilium)
Jet itu terbang untuk pertama kalinya pada 4 Mei. Prototipe, yang dikendalikan dari jarak jauh oleh operator di darat, sekarang melakukan serangkaian uji terbang. (Courtesy Youtube @lilium)
Pada 2017, startup ini telah melakukan uji coba penerbangan untuk prototipe taksi terbang dengan dua tempat duduk (Courtesy Youtube @lilium)
Sebelumnya, Uber telah mengungkapkan rencana untuk meluncurkan layanan “berbagai transportasi udara” untuk wilayah perkotaan pada 2023. (Courtesy Youtube @lilium)
Perusahaan berbagi transportasi atau ride-hailing itu bekerja sama dengan mitranya untuk meluncurkan taksi terbang yang lepas landas dan mendarat secara vertikal, berukuran kecil dan berbahan bakar listrik di Dallas dan Los Angeles, Amerika Serikat (AS).