Penggunaan jasa robot menjadi sebuah gerakan pemerintah Dubai agar polisi memberikan layanan di kawasan ini dengan lebih pintar dengan kantor polisi yang dikendalikan komputer dan tanpa dihuni manusia. (Reuters/Stringer)
Pemerintah Dubai ingin robot polisi jumlahnya meningkat menjadi 25% dari total kebutuhan polisi pada 2030. (Reuters/Stringer)
Profesor ilmu komputer dari Universitas Sheffield Noel Sharkey menyatakan di masa mendatang, robot tersebut akan digunakan sebagai robot pengintai atau mesin untuk mengendus bahan peledak atau bahan berbahaya lainnya di jalanan. (Reuters/Stringer)
Noel Sarkey merupakan salah satu tenaga ahli yang ditunjuk pemerintah Dubai untuk mengintregrasikan peran-peran robot untuk pekerjaan publik. (Reuters/Stringer)
Robot ini juga punya facial recognition (pengenalan wajah) yang memungkinkannya "melacak dan mengikuti orang yang mencurigakan, seperti dilansir Mashable. (Reuters/Stringer)