E-Commerce

E-money Belum Ada Izin, Bukalapak Kehilangan Pendapatan 20%

Tech - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
10 January 2018 18:46
Bukadompet Belum Dapat Izin, Bukalapak Berpotensi Kehilangan Pendapatan 20%
Jakarta, CNBC Indonesia – Belum keluarnya izin uang elektronik (e-money) BukaDompet berdampak pada bisnis Bukalapak. Pasalnya, Bukalapak berpotensi kehilangan pendapatan 20%. 

Founder dan CEO Bukalapak Ahmad Zaky mengatakan Bukalapak masih menunggu izin e-money dari Bank Indonesia.  "Terkait perizinannya belum ada perkembangan dari BI. Kami sudah menunggu 4 bulan terakhir pasca pendaftaran yang dilakukan,” ujarnya. 

Menurut Zaky, belum terbitnya izin BukaDompet membuat perusahaan berpotensi kehilangan pendapatan hingga 20%. "Itu merugikan ekosistem Usaha kecil menegah yang ada di Bukalapak, sehingga potensi kerugian bisa mencapai 20% dengan belum adanya penetapan izin dari BI," ujar Zaky.


Pihaknya berharap agar BI segera mengeluarkan izin usaha Peneyelenggara Jasa Sistem Pembayaran bagi BukaDompet, agar ekosistem teknologi keuangan (fintech) Bukalapak kembali normal. 

Sebelumnya BI menghentikan layanan uang elektronik milik empat perusahaan. BI mengentikan TokoCash milik Tokopedia, ShopeePay milik Shopee, PayTren dan BukaDompet milik Bukalapak
(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading