Warga Malaysia Paling Doyan Belanja Gamis di Tanah Abang karena Ini

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
14 October 2026 12:35
Gamis model "Lepas Landas" lagi heboh juga di Pasar Tanah Abang. (CNBC Indonesia/Martyasari Rikzy)
Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rikzy)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selera busana muslim ternyata tak selalu sama di setiap negara. Meski sama-sama mencari gamis untuk berbagai kesempatan, konsumen Indonesia dan pelanggan luar negeri memiliki preferensi tersendiri, mulai dari pilihan warna hingga detail desain yang dianggap menarik.

Hal ini dirasakan Ratu Aisyah, pedagang gamis di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang melayani pelanggan dari sejumlah negara, seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand. Dari pengalamannya berjualan, konsumen Indonesia cenderung lebih berani mencoba warna dan model baru, sementara pelanggan luar negeri umumnya lebih menyukai tampilan sederhana dengan kesan mewah dan elegan.

"Kalau orang Indonesia lebih update kalau masalah fesyen, selera orang Indonesia itu lebih berani. Coba lihat berani merah, pink, karena tipikal kita itu bisa menerima budaya kita," ujar Ratu saat ditemui CNBC Indonesia di Pasar Tanah Abang, Selasa (13/10/2026).

Menurut Ratu, keberanian konsumen Indonesia dalam mencoba hal baru membuat pilihan model dan warna gamis di pasar domestik lebih beragam. Konsumen dinilai lebih terbuka mengeksplorasi penampilan, termasuk mencoba warna yang sebelumnya jarang dikenakan.

Sebaliknya, pelanggan dari luar negeri yang selama ini berbelanja kepadanya cenderung memilih desain yang tidak terlalu ramai. Meski begitu, bukan berarti mereka mengesampingkan kesan mewah. Tampilan elegan justru bisa dihadirkan melalui pemilihan bahan dan detail yang tidak berlebihan.

"Iya ini simple dan elegant, mereka yang terlalu banyak payet itu kurang. Tapi kalau yang dua set kayak gini kan simple saja, tapi nggak terlalu mencolok. Kalau agak mencolok dan terlalu banyak rumbai-rumbai, mereka pun enggak PD (percaya diri). Bahkan di Malaysia pun kurang," katanya.

Model gamis Model gamis "Buka Pintu" yang sedang viral, pantauan langsung CNBC Indonesia di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Malaysia Paling Mirip dengan Indonesia

Dari sejumlah pasar luar negeri yang dilayani, Ratu menilai selera pelanggan Malaysia paling mendekati konsumen Indonesia. Kesamaan itu terlihat dari pilihan warna dan kecenderungan menyukai variasi model gamis. itu juga membuat pelanggan Malaysia paling banyak belanja di Pasar Tanah Abang.

Sementara itu, pelanggan dari Filipina dan Thailand disebut lebih menyukai warna-warna netral yang tidak terlalu mencolok.

"Kalau Filipina sama Thailand, dia lebih suka warna yang netral, enggak terlalu mencolok," ujar dia.

Perbedaan selera tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menawarkan koleksi gamis kepada pelanggan. Sebab, model yang menarik bagi konsumen di satu negara belum tentu mendapat respons serupa di negara lain.

Ratu juga menyoroti karakter busana yang disukai pelanggan di Arab Saudi. Menurut pengamatannya, konsumen di negara tersebut lebih banyak memilih abaya berwarna hitam dengan potongan longgar dan tidak menempel pada tubuh atau fit body.

"Arab Saudi itu hitam semua. Walaupun dia banyak payet tapi dia lebih suka hitam. Dia motif banyak dan polanya nggak ada. Kayak orang mau terbang gitu, kayak abaya gitu," tuturnya.

Ia menjelaskan, model busana yang longgar menjadi ciri yang kerap ditemuinya pada pilihan pelanggan dari negara tersebut. Preferensi ini berbeda dengan sebagian konsumen Indonesia yang menyukai gamis dengan potongan dan variasi desain lebih beragam.

Bagi Ratu, memahami perbedaan selera menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha fesyen. Ia memilih mempertahankan karakter desain yang menjadi ciri khas produknya, sembari memperhatikan respons pelanggan terhadap setiap koleksi yang ditawarkan.

"Kalau kita konsisten selera kita seperti apa ya kita munculin. Kalau kita tiru-tiruan, nggak sesuai dengan konsep yang kita punya. Saya mau kelihatan mewah tapi elegannya ada, kalau ada diri saya sendiri kayak gitu saya munculin," kata Ratu.

Menurutnya, karakter produk yang konsisten membuat pedagang memiliki identitas tersendiri di tengah beragam pilihan gamis di Tanah Abang. Dengan memahami apa yang disukai pelanggan, pedagang dapat menawarkan busana yang sesuai dengan preferensi pasar tanpa harus selalu mengikuti model yang sedang ramai.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Warga Malaysia-Thailand Buru Gamis "Lepas Landas" di Tanah Abang


Most Popular
Features