Jemaah Haji Hati-Hati Modus Palsu Kartu Nusuk Buat Masuk Raudhah

haa,  CNBC Indonesia
29 April 2026 10:45
Suasana Masjid Nabawi (AP Photo/Nariman El-Mofty)
Foto: Masjid Nabawi (AP/Nariman El-Mofty)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan jemaah haji agar mewaspadai modus penipuan terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi.

Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi Ichsan Marsha mengingatkan jemaah haji agar mewaspadai modus penipuan terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi. Ia menegaskan bahwa akses ke Raudhah tidak dipungut biaya alias gratis dan hanya dapat dilakukan melalui jalur resmi.

Selain itu, Ichsan juga mengimbau jemaah agar berhati-hati terhadap penipuan dengan modus kartu Nusuk bermasalah. Oknum tidak bertanggung jawab kerap mengirimkan tautan melalui WhatsApp dan meminta jemaah untuk mengkliknya.

"Disampaikan kepada jemaah haji agar berhati-hati dengan penipuan modus bahwa kartu Nusuk bermasalah, dengan cara meminta klik link yang mereka kirim ke WhatsApp jemaah. Jangan percaya dan jangan klik link yang mereka kirim," tegasnya.

Ichsan menjelaskan, akses resmi ke Raudhah hanya menggunakan sistem barcode, baik melalui skema tasrih (izin kolektif) maupun aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri. Di luar mekanisme tersebut, patut diduga sebagai penipuan.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa fasilitasi masuk ke Raudhah merupakan bagian dari layanan resmi bagi jemaah haji Indonesia. Karena itu, setiap jemaah memiliki hak yang sama untuk mengakses area yang dikenal sebagai taman surga tersebut.

"Masuk ke Raudhah itu gratis. Jika ada pihak yang menawarkan jasa lalu meminta bayaran, segera laporkan ke petugas di sektor, khususnya sektor Nabawi," ujarnya, Selasa (28/4).

Ia menambahkan, saat ini marak oknum tidak bertanggung jawab yang berpura-pura menjadi petugas dan memanfaatkan situasi dengan meminta bayaran. PPIH memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran, termasuk praktik pungutan liar oleh pihak manapun.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Efrilen Hafizh, memastikan skema tasrih telah disiapkan untuk mengakomodasi seluruh jemaah secara tertib dan terjadwal.

"Per 28 April 2026 pukul 10.00 WAS, jumlah tasrih yang telah disetujui mencapai 25.564 jemaah, dengan rincian 12.747 jemaah laki-laki dan 12.817 jemaah perempuan," jelasnya.

Untuk mengakses Raudhah, Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan ketat. Jemaah wajib menggunakan barcode melalui skema tasrih bagi rombongan, atau melalui aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri.

Terkait kebijakan usia, Hafizh menyampaikan bahwa sebelumnya akses sempat dibatasi hingga usia 41 tahun. Namun, setelah nota kesepahaman (MoU) dan proses negosiasi, batas usia maksimal kini dinaikkan menjadi 60 tahun. Jemaah di atas usia tersebut tetap akan difasilitasi melalui mekanisme khusus.

Dalam pelaksanaannya, barcode tasrih kolektif dipegang oleh Sektor Khusus (Seksus) Nabawi. Petugas bimbingan ibadah di masing-masing sektor akan mengoordinasikan jemaah sesuai kuota yang telah ditetapkan.

"Misalnya satu tasrih untuk 150 orang, maka harus dipastikan seluruh jemaah sudah berkumpul. Barcode tidak dibagikan bebas agar kuota terisi optimal dan tidak terbuang saat pemeriksaan di pintu masuk Raudhah," ujarnya.

Dengan sistem yang terorganisir ini, Kemenhaj melalui PPIH berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh jemaah haji Indonesia dapat beribadah di Raudhah dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani pungutan liar.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article DPR: Jemaah Haji RI Sudah Bisa Pakai Hotel Novotel Thakher Tahun Depan


Most Popular
Features