Niat, Tata Cara, dan Bacaan Lengkap Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H

Dany Gibran,  CNBC Indonesia
20 March 2026 06:30
Ilustrasi Salat. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Salat. (Dok. Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Salat Idulfitri merupakan sunnah muakkad yang dilaksanakan pada 1 Syawal 1447 H/2026 M. Salat tersebut terdiri dari dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah, diikuti dengan khutbah.

Jika ada umat Muslim yang tidak bisa hadir, mereka bisa melaksanakan salat Idulfitri secara mandiri di rumah (munfarid), daripada tidak melakukannya sama sekali.

Menurut laman NU Online, salat Idulfitri sudah menjadi ibadah yang terus diwariskan secara mutawatir oleh umat Islam dari masa ke masa.

 

وصلاة العيد ركعتان لقول عمر رضى الله عنه صلاة الاضحى ركعتان وصلاة الفطر ركعتان وصلاة السفر ركعتان وصلاة الجمعة ركعتان تمام غير قصر على لسان نبيكم صلي الله عليه وسلم وقد خاب من افترى

 

Artinya, "Sholat Id terdiri atas dua rakaat berdasarkan perkataan Sayyidina Umar RA, 'Shalat Idul Adha dua rakaat. Sholat Idul Fitri dua rakaat. Sholat safar dua rakaat. Shalat Jumat dua rakaat, sempurna tanpa qashar (yang disampaikan) melalui lisan Nabimu SAW. Sungguh, sia-sialah orang yang mengada-ada,'" (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz V, halaman 18)

Hukum Salat Idulfitri itu Sunnah atau Wajib?

Hukum Salat Id adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Sejak disyariatkan pada tahun kedua hijriah, Rasulullah tidak meninggalkannya hingga beliau wafat, kemudian ibadah serupa dilanjutkan para sahabat beliau.

Secara global syarat dan rukun salat Id tidak berbeda dari salat fardhu lima waktu, termasuk soal hal-hal yang membatalkan. Tapi, ada beberapa aktivitas yang agak berbeda dari salat pada umumnya. Aktivitas teknis tersebut berstatus sunnah.

Maka ketika memasuki Hari Raya Idulfitri, seluruh umat Islam yang tidak ada uzur dianjurkan untuk keluar rumah. Anjuran ini juga berlaku bagi perempuan haid yang dianjurkan turut mengambil keberkahan momen tersebut dan merayakan kebaikan bersama kaum muslim lain, meski dilarang untuk salat.

Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri

1. Diawali dengan Niat

Salat Id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi "ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini". Ditambah "imâman" kalau menjadi imam, dan "ma'mûman" kalau menjadi makmum.

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Artinya: Aku berniat Shalat sunnah Idulfitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala.

Hukum pelafalan niat ini sunah. Yang wajib adalah ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin bahwa seseorang akan menunaikan Salat sunah Idulfitri. Sebelumnya Salat dimulai tanpa azan dan iqamah (karena tidak disunahkan), melainkan cukup dengan menyeru "ash-shalâtu jâmi'ah".

2. Takbiratul Ihram

Hal ini sebagaimana salat biasa. Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga 7 kali untuk rakaat pertama. Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.

Atau boleh juga membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar"

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar.

atau doa yang lebih lengkap "Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila" (atau variasi lain), kemudian melanjutkan dengan Surat Al-Fatihah dan surat pendek.

3. Membaca Surat Al-Fatihah dan Al-A'la

Setelah melaksanakan rukun ini, rakaat pertama disunnahkan membaca surat al-A'lâ. Berlanjut ke ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi untuk mengerjakan rakaat kedua.

4. Takbir 5 Kali

Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak 5 kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan "allâhu akbar'' seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Kemudian baca surat Al-Fatihah, lalu surat Al-Ghâsyiyah.

Berlanjut ke ruku', sujud, dan seterusnya hingga salam. Sekali lagi, hukum takbir tambahan (5 kali pada pada rakaat kedua atau 7 kali pada rakaat pertama) ini sunnah sehingga apabila terjadi kelupaan mengerjakannya, tidak sampai menggugurkan keabsahan salat Id.

5. Mendengarkan Khutbah

Setelah salam, jemaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idulfitri terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila salat Id ditunaikan tidak secara berjamaah.

Hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah mengungkapkan:

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

Artinya: Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idulfitri dan Iduladha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk. (HR. Asy-Syafi'i)

Sedikit tambahan: Disunnahkan juga untuk mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat Id agar bisa menyapa lebih banyak tetangga dan menyebarkan syiar kegembiraan.

(dag/dag) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]


Most Popular
Features