Pekerja menyelesaikan pembuatan bedug di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Bedug dengan berbagai ukuran dipajang di trotoar kawasan tersebut, menarik perhatian warga yang melintas. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Bagi masyarakat setempat, produksi dan penjualan bedug sudah menjadi rutinitas tahunan sejak 2016. Aktivitas ini biasanya semakin ramai selama bulan Ramadan hingga Idulfitri, ketika permintaan meningkat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Di kawasan itu, sejumlah pedagang bedug musiman muncul setiap tahunnya. Para pedagang bedug ini pada hari biasa menjual kambing sehingga kulitnya dipakai untuk membuat bedug. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Harga bedug yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp60 ribu hingga Rp4 juta, bergantung pada ukuran dan jenis materialnya. Untuk desain atau ukuran tertentu, banderolnya bahkan dapat menembus Rp5 juta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Para pedagang mengaku telah mempersiapkan stok bedug sejak jauh-jauh hari untuk memenuhi permintaan yang diprediksi meningkat tajam, terutama pada minggu terakhir Ramadan. Peningkatan minat pembeli ini menjadi indikator kuat kebangkitan tradisi menyambut Idul Fitri. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Salah satu tren yang paling menonjol pada musim Lebaran tahun 2026 adalah ramainya bedug berukuran kecil yang dirancang khusus anak-anak. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)