Pedagang timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur ramai dikunjungi pembeli saat Ramadan, Jumat (27/2/2026). Omzet penjualan menjadi semakin meningkat dan keuntungan berlipat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Salah seorang pedagang, Sunarso (50) mengatakan, sudah hampir enam tahun berjualan timun suri setiap bulan Ramadan. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar tiga hingga empat ton timun suri. Alhamdulillah, penjualannya sangat bagus karena pembeli selalu ramai setiap hari," ujarnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Dirinya menambahkan, timun suri yang dijual dipasok dari wilayah Pandeglang, Banten. Komoditas tersebut dijual dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram tergantung ukuran dan kualitas. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Kalau cuaca sedang cerah atau panas, biasanya penjualan juga semakin meningkat karena timun suri biasa dibuat menjadi es atau minuman segar," terangnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Menurutnya, berjualan timun suri menjadi pilihan karena memiliki pangsa pasar yang baik selama Ramadan. Namun, di luar musim tersebut ia sehari-hari berjualan sayur-mayur di Pasar Induk Kramat Jati. "Selama berjualan timun suri, aktivitas jualan sayurnya dihentikan sementara," ungkapnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)