Optimalkan Potensi Zakat Rp327 T, BSI Luncurkan Green Zakat Framework

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Kamis, 28/08/2025 16:39 WIB
Foto: Launching Green Zakat Framework di Jakarta, 27 Agustus 2025

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) senantiasa mendorong optimalisasi zakat dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Langkah ini menjadi wujud implementasi program Asta Cita Pemerintah, yakni memantapkan sistem pertahanan dan ketahanan nasional dan mendorong kemandirian bangsa melalui ekonomi hijau, salah satunya melalui implementasi zakat hijau.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Anggoro Eko Cahyo (efektif setelah dengan lulus hasil uji fit and proper test OJK) menegaskan dukungan tersebut pada launching Green Zakat Framework di Jakarta, 27 Agustus 2025 bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Dalam peluncuran tersebut juga hadir Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Deputy Resident Representative of UNDP Indonesia Sujala Pant dan Pimpinan Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional Rizaludin Kurniawan di Kantor Pusat BSI Jakarta.

Asal tahu saja, Green Zakat Framework (Kerangka Kerja Zakat Hijau ) merupakan inovasi dan inisiatif strategis pertama di dunia yang dilahirkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam praktik zakat. Dengan adanya Green Zakat Framework, pendayagunaan zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, melainkan juga sebagai alat untuk mendukung kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.


"BSI dalam menjalankan bisnis dan operasionalnya selalu mengedepankan program- program yang dapat memberikan kemaslahatan bagi ummat serta keberlanjutan, Green Zakat Framework merupakan solusi yang diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang lebih luas antar lembaga dan meningkatkan minat masyarakat untuk berzakat sehingga potensi zakat Indonesia yang mencapai Rp327 triliun dapat dioptimalkan dan tercipta kemaslahatan bagi ummat yang lebih luas," ujar Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (28/8/2025).

Lebih jauh, BSI mencatatkan realisasi pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp72,8 triliun tumbuh 19,3% YoY hingga Juni 2025 (unaudited). Jumlah tersebut terdiri dari kategori green financing Rp15,3 triliun atau tumbuh 14,5% YoY, dan sosial financing sebesar Rp57,5 triliun atau tumbuh 20,6% YoY. Penyaluran green financing didominasi oleh sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan, eco efficient, dan energi terbarukan. Selain itu, BSI juga aktif menyalurkan pembiayaan kendaraan Listrik.

Di sisi lain, Anggoro menjelaskan, percepatan pembiayaan berkelanjutan menjadi pendukung bagi tercapainya pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal ini merupakan bagian strategis Bank untuk sebagai agen perubahan dalam bisnis berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, memastikan pertumbuhan ekonomi yang merata, menjaga daya saing nasional, serta memperkuat peran Indonesia dalam menghadapi krisis iklim global.

Tak hanya itu, terdapat program-program berkelanjutan yang dilakukan oleh BSI. Di antaranya adalah launching green building, program one home one tree untuk setiap pencairan pembiayaan rumah, pembangunan charging station, penggunaan kendaraan listrik untuk operasional.

"BSI juga telah menerapkan standar ISO 26000 untuk memenuhi tujuan keberlanjutan pada pilar Sustainable Beyond Banking dan menjadi lead dalam ekosistem ZISWAF untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan," kata dia.

Dari sisi sosial, BSI yang telah mendistribusikan zakat mencapai hampir Rp 1 triliun dari zakat korporat dan pegawai juga aktif dalam program pemberdayaan seperti membentuk desa binaan yang ditujukan untuk membantu mengurangi kemiskinan, menghadirkan RVM untuk mendaur ulang botol plastik kemasan air minum, serta program lain untuk kemaslahatan umat.

Dalam acara ini, diselenggarakan juga diskusi panel bertema "Institutionalizing Green Zakat and Green Waqf: Turning Ethical Finance into Environmental Action". Diskusi menekankan pentingnya transparansi, pengukuran dampak, serta keberlanjutan jangka panjang dalam pengelolaan zakat berbasis lingkungan, dengan melibatkan pemerintah, lembaga keagamaan, perbankan syariah, dan masyarakat sipil.

Hingga Mei 2025, perseroan telah menyalurkan zakat sebesar Rp 65,6 miliar year to date. Berbagai fokus bidang penyaluran yaitu Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Kemanusiaan, dan Dakwah/Advokasi dengan total penerima manfaat mencapai 240.075 orang. Saat ini lebih dari 15.700 masyarakat telah terbantu terutama dalam hal program Desa BSI, BSI Scholarship dan Sentra UMKM BSI.

Melalui kehadiran green zakat, perseroan juga terus berupaya mengembangkan program pemberdayaan lingkungan dari pemanfaatan zakat. Termasuk, program Desa dan Sentra UMKM BSI terdapat kegiatan aksi kepedulian terhadap lingkungan seperti Pemasangan solar panel, pembangunan green house, waste management, pemeliharaan ekosistem lingkungan laut, dan pengelolaan sampah terpadu.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: PR "Berat" Bos Asuransi Bikin Orang RI Masuk Asuransi Syariah