Besok Ada Pengumuman Penting, Sepertinya Ada Kabar Baik
Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi Indonesia diperkirakan melandai pada Oktober 2026. Sejumlah harga bahan pangan memang masih menunjukkan kenaikan tetapi tidak adanya penyesuaian harga BBM non-subsidi membantu menekan beban inflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data inflasi Oktober 2026 besok, Senin (2/11/2026).
Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi/lembaga memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik atau mengalami inflasi sebesar 0,24% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi diperkirakan mencapai 3,25%.
Jika merujuk pada data lima tahun terakhir, rata-rata inflasi (mtm) pada Oktober mencapai 0,11%.
Sebagai catatan, BPS mencatat inflasi Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan (yoy) dan 0,30% secara bulanan (mtm). Inflasi inti mencapai 2,84%.
Harga Beras hingga Gula Melonjak
Kepala ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, menjelaskan inflasi akan melandai seiring meredanya inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food), inflasi inti yang tetap terkendali, serta penurunan tipis harga yang diatur pemerintah (administered prices).
Namun, sejumlah harga pangan tetap menunjukkan kenaikan, terutama beras, minyak goreng, dan gula pasir.
Kepala ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan kelompok harga yang diatur pemerintah diproyeksikan mencatat deflasi didorong oleh tarif angkutan udara serta tidak berubahnya harga BBM nonsubsidi.
"Inflasi Oktober terutama didorong oleh kenaikan harga sejumlah bahan pangan, seperti gula, minyak goreng, daging sapi, gandum, kedelai, cabai merah, dan bawang merah," ujarnya kepada CNBC Indonesia.
Sementara itu, harga perhiasan emas mengalami penurunan seiring dengan merosotnya harga emas di pasar internasional. Kondisi ini menekan inflasi inti.
Pergerakan kenaikan harga sejumlah bahan pokok terlihat dalam data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN).
Rata-rata harga beras di Oktober tercatat Rp 16.420,45 per kg atau naik 0,36% dibandingkan bulan sebelumnya.
Rata-rata harga daging sapi juga menanjak 0,36% di Oktober. Harga minyak goreng terus naik. Pada Oktober 2026, rata-rata harga minyak goreng tercatat Rp 22.997 per kg atau naik 0,1%.
Sementara itu, harga gula pasir melonjak 0,95% menjadi Rp 19.625 per kg. Sebaliknya, harga telur ayam turun 0,75% ke Rp 29.881 per kg.
Berikut proyeksi inflasi dari 12 lembaga: