Ini 10 Provinsi yang Jadi Raja Jengkol di Indonesia!
Jakarta, CNBC Indonesia - Di balik aromanya yang tajam, jengkol menjadi salah satu bahan pangan yang punya tempat tersendiri dalam kultur kuliner Indonesia.
Bahan pangan ini tetap digemari dan diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari semur hingga sambal goreng.
Kegemaran warga Indonesia terhadap jengkol menjadi salah satu alasan banyaknya kantong produksi tanaman ini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jengkol di Indonesia berasal dari sejumlah provinsi dengan tingkat produksi yang beragam.
Sebaran ini memperlihatkan daerah-daerah yang menjadi sentra produksi jengkol nasional, sekaligus menunjukkan wilayah yang berperan besar dalam menopang pasokannya. Berikut daftarnya:
Data BPS 2025 menunjukkan Lampung menempati posisi pertama sebagai produsen jengkol terbesar di Indonesia, dengan produksi mencapai 22.901,75 ton. Posisi berikutnya ditempati Sumatera Barat dengan 21.168,60 ton dan Aceh sebanyak 19.114,44 ton.
Selisih produksi antara Lampung dan Sumatera Barat mencapai 1.733,15 ton. Sementara itu, Jawa Barat berada di posisi keempat dengan produksi 18.545,40 ton, disusul Jawa Tengah sebanyak 13.836,95 ton dan Banten sebesar 13.295,71 ton.
Harga beberapa sayuran di Pasar Minggu, Jakarta Selatan terpantau normal pada Selasa (15/7/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Harga beberapa sayuran di Pasar Minggu, Jakarta Selatan terpantau normal pada Selasa (15/7/2025). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) |
Dari sepuluh provinsi dengan produksi terbesar, enam di antaranya berada di Pulau Sumatera, yakni Lampung, Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Utara, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Tiga provinsi lainnya berada di Pulau Jawa, sedangkan satu provinsi berasal dari Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa sentra produksi jengkol dalam daftar sepuluh besar terkonsentrasi di Sumatera dan Jawa. Lampung juga menjadi satu-satunya provinsi dalam daftar tersebut yang produksinya menembus 22.000 ton.
Produksi Jengkol RI Terus Meningkat dalam Lima Tahun Terakhir
Produksi jengkol nasional menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, produksi tercatat sebesar 152.509,21 ton, kemudian naik menjadi 155.908,90 ton pada 2022 dan 157.157,30 ton pada 2023.
Kenaikan berlanjut pada 2024, ketika produksi mencapai 169.779,54 ton. Pada 2025, produksi kembali meningkat menjadi 179.509,58 ton, menjadi angka tertinggi dalam rentang data tersebut.
Secara keseluruhan, produksi jengkol pada 2025 meningkat 27.000,38 ton dibandingkan 2021, atau tumbuh sekitar 17,7%. Kenaikan terbesar dalam rentang tahunan tersebut terjadi pada 2024, ketika produksi bertambah 12.622,24 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, produksi kembali naik 9.730,04 ton secara tahunan.
Peningkatan produksi ini menunjukkan bahwa pasokan jengkol secara nasional bertambah dalam beberapa tahun terakhir.
(mae/mae)
