Daftar Terbaru Bunga Deposito Bank Mandiri-BRI-BNI per 19 Oktober 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki pekan ketiga Oktober 2026, deposito perbankan tetap menjadi salah satu pilihan penempatan dana bagi masyarakat yang mengutamakan keamanan dan kepastian imbal hasil di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Arah kebijakan suku bunga, perkembangan inflasi, serta kondisi likuiditas perbankan menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi penawaran bunga simpanan.
Berdasarkan pemantauan melalui situs resmi masing-masing bank hingga Senin (19/10/2026), bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri, masih mempertahankan tingkat suku bunga deposito rupiah mereka tanpa perubahan dibandingkan pengecekan sebelumnya.
Dengan tingkat bunga yang ditetapkan pada awal penempatan, nasabah dapat memperkirakan pendapatan bunga sesuai nominal simpanan dan jangka waktu yang dipilih.
Simpanan juga dapat memperoleh perlindungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, sepanjang memenuhi ketentuan penjaminan. Salah satu persyaratannya adalah tingkat bunga yang diterima tidak melampaui tingkat bunga penjaminan LPS.
Suku Bunga Deposito Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Bank Rakyat Indonesia atau BRI masih mempertahankan bunga deposito sesuai informasi resmi yang diperbarui pada 4 Agustus 2026. Pada tabel tersebut, pembagian bunga berdasarkan nominal simpanan tidak dicantumkan.
BRI menetapkan bunga sebesar 3,00% per tahun untuk deposito dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan. Sementara itu, penempatan dengan tenor lebih panjang, yakni 12, 24, dan 36 bulan, memperoleh bunga sebesar 2,50% per tahun.
Dengan demikian, bunga tertinggi deposito rupiah BRI yang tercantum saat ini berada di level 3,00%. Seluruh angka tersebut masih sama dengan pemantauan pada 12 Oktober 2026.
Suku Bunga Deposito Bank Negara Indonesia (BNI)
BNI masih menawarkan pembukaan deposito rupiah dengan setoran awal sebesar Rp5 juta. Nasabah dapat memilih jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan.
Tingkat bunga yang diberikan berlaku seragam pada seluruh kelompok nominal dalam tabel resmi. Nasabah dengan deposito di bawah Rp100 juta memperoleh persentase bunga yang sama dengan nasabah pada kelompok nominal lebih tinggi.
Untuk tenor 1 bulan, BNI memberikan bunga sebesar 2,25% per tahun. Bunganya meningkat menjadi 2,50% untuk tenor 3 bulan.
Penawaran tertinggi BNI terdapat pada tenor 6 bulan, yakni sebesar 2,75% per tahun. Sementara itu, deposito tenor 12 dan 24 bulan sama-sama memperoleh bunga sebesar 2,50% per tahun.
Suku Bunga Deposito Bank Mandiri
Bank Mandiri menyediakan pembukaan deposito rupiah melalui kantor cabang maupun aplikasi Livin' by Mandiri. Untuk pembukaan melalui Livin', penempatan dapat dimulai dari Rp1 juta.
Bunga deposito reguler yang dibayarkan setiap bulan atau saat jatuh tempo berlaku seragam pada seluruh kelompok nominal dalam tabel resmi. Dengan demikian, besarnya penempatan tidak membedakan persentase bunga pada tenor yang sama.
Bank Mandiri memberikan bunga sebesar 2,25% per tahun untuk deposito tenor 1 dan 3 bulan. Untuk penempatan dengan tenor 6, 12, dan 24 bulan, bunganya sebesar 2,50% per tahun.
Dengan demikian, bunga deposito rupiah tertinggi pada kategori tersebut berada di level 2,50%, berlaku untuk tenor 6, 12, dan 24 bulan.
Stabilitas Investasi Perbankan ke Depan
Penawaran bunga deposito yang belum berubah memberikan acuan bagi nasabah dalam membandingkan pilihan penempatan dana di ketiga bank BUMN tersebut.
Dengan bunga yang ditetapkan sejak awal penempatan, deposito dapat membantu nasabah merencanakan pendapatan bunga sesuai tenor yang dipilih.
Memasuki kuartal IV 2026, arah kebijakan suku bunga dan kondisi likuiditas perbankan tetap perlu dicermati. Nasabah juga perlu memeriksa kembali tarif serta ketentuan produk sebelum membuka atau memperpanjang deposito.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)