Diserang Rudal, Ini Sejarah Serangan Berdarah di Bandara Arab Saudi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejarah kelam kembali menghantam bandara Arab Saudi.
Sekitar 12 orang dan 300 orang dilaporkan luka-luka setelah serangan rudal terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026). Sejumlah korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
Mengutip Associated Press (AP), Minggu (11/10/2026), korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Palestina, Amerika Serikat (AS), Mesir, Yordania, Suriah, dan Sudan.
Sebuah rudal dilaporkan menghantam kompleks Terminal 3 dan Terminal 4 yang melayani penerbangan domestik. Otoritas penerbangan Saudi kemudian menghentikan sementara operasional bandara, sementara sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi. Gelombang serangan dalam sepekan terakhir juga menyasar bandara lain, fasilitas militer, dan infrastruktur minyak Arab Saudi.
Deretan Panjang Teror di Bandara Arab Saudi
Serangan pada Sabtu kemarin memperpanjang deretan sejarah aksi terror di bandara Arab Saudi.
Sejumlah bandara di Arab Saudi pernah menjadi sasaran serangan rudal dan drone, terutama di tengah konflik antara koalisi pimpinan Riyadh dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Salah satu bandara yang paling sering diserang adalah Bandara Abha.
Selain Abha, sejumlah bandara lain juga pernah menjadi sasaran, termasuk Bandara King Abdullah di Jizan, Bandara Najran yang berada dekat perbatasan Yaman, serta Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional dan konflik berkepanjangan di Yaman. Rudal dan drone menjadi salah satu ancaman utama terhadap infrastruktur sipil dan penerbangan Arab Saudi.
Berikut beberapa aksi teror di bandara Arab Saudi dalam rentang waktu 2018-2026: