MARKET DATA

Harga Perak Terbang Setelah Babak Belur, Tapi Jangan Pesta Dulu

mae,  CNBC Indonesia
11 October 2026 07:00
silver perak
Foto: silver perak

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak menguat pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (9/10/2026).

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Jumat lalu ditutup di posisi US$ 60,81 per troy ons. Harganya melonjak 2,46%.

Kenaikan ini memutus tren buruk dalam dua hari sebelumnya di mana harganya jatuh 3,8%.

Sebagai catatan, harga perak sempat anjlok ke level US$ 59 pada Kamis, atau terendah sejak 3 Agustus 2026.

Dalam sepekan, harga perak menguat 0,68%. Kenaikan ini juga memutus tren buruk dua pekan beruntun sebelumnya di mana harganya jatuh terus.

Penguatan perak ditopang aksi borong saat harga murah (bargain hunting) setelah logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada awal pekan.

Namun, pelaku pasar masih mencermati peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang berpotensi menekan daya tarik perak.

Penguatan dolar AS dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury menjadi pemberat bagi logam mulia seperti perak karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Kepala Analisis Pasar StoneX, Rhona O'Connell menilai ruang kenaikan harga logam mulia masih terbatas. Pasar dinilai telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.

Kepala Analis Pasar Bybit, Han Tan, mengatakan rilis data inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) pada pekan mendatang berpotensi menjadi katalis pergerakan harga perak selanjutnya.

(mae/mae)



Most Popular