Messi dalam Angka, 21 Tahun Penuh Rekor & Keajaiban bagi Argentina
Jakarta, CNBC Indonesia - Lionel Messi menutup perjalanan bersama tim nasional Argentina dengan mencetak satu gol dan dua assist saat mengalahkan Benin 3-0 dalam pertandingan perpisahan di Stadion Monumental, Buenos Aires.
Laga tersebut berlangsung pada Selasa (6/10/2026) waktu Argentina atau Rabu (7/10/2026) WIB. Messi sebelumnya mengumumkan pensiun internasional pada 31 Agustus lalu.
Messi pun mengakhiri karier bersama Argentina dengan 208 penampilan, 126 gol, dan 69 assist.
Catatan tersebut kembali membuka perbandingan dengan Diego Maradona. Keduanya mengenakan nomor punggung 10, menjadi pusat permainan, dan membawa Argentina menjuarai Piala Dunia sebagai kapten. Namun, perjalanan serta pencapaian mereka memperlihatkan sejumlah perbedaan.
Messi membukukan 117 penampilan dan 92 gol lebih banyak dibandingkan Maradona. Setelah jumlah pertandingan diperhitungkan, rasio gol Messi juga sekitar 62% lebih tinggi berdasarkan angka sebelum pembulatan.
Dengan memasukkan assist tercatat, Messi menghasilkan 196 kontribusi gol langsung, sementara Maradona membukukan 60. Angka ini memperlihatkan peran keduanya sebagai pencetak gol sekaligus pencipta peluang, meski perbandingan assist memiliki keterbatasan pencatatan historis.
Di Piala Dunia, Messi tampil dalam enam edisi dan membawa Argentina mencapai final pada 2014, 2022, dan 2026. Maradona bermain dalam empat edisi serta memimpin negaranya ke final pada 1986 dan 1990.
Maradona mencapai puncak kejayaannya pada 1986 dengan lima gol dan lima assist. Ia mencetak dua gol melawan Inggris di perempat final, dua gol menghadapi Belgia di semifinal, serta memberikan assist untuk gol kemenangan Jorge Burruchaga dalam final melawan Jerman Barat.
Messi menghasilkan kontribusi langsung yang sama ketika menjadi juara pada 2022: tujuh gol dan tiga assist, termasuk dua gol dalam final melawan Prancis.
Artinya, keduanya sama-sama menghasilkan 10 kontribusi gol langsung pada Piala Dunia yang mereka menangkan. Messi juga meraih Golden Ball pada 2014 dan 2022, sedangkan Maradona memenangkan penghargaan pemain terbaik tersebut pada 1986.
Dalam koleksi gelar senior, Messi unggul berkat keberhasilannya memenangkan dua Copa América.
Maradona memenangkan Artemio Franchi 1993, pendahulu Finalissima, meskipun tidak pernah menjuarai Copa América secara pribadi.
Argentina lolos ke pertandingan tersebut berkat gelar Copa América 1991. Maradona absen dari turnamen itu karena menjalani larangan bermain selama 15 bulan setelah tes positif kokain seusai pertandingan Napoli melawan Bari pada Maret 1991. Hukuman tersebut berlaku hingga 30 Juni 1992.
Ketika Artemio Franchi digelar pada Februari 1993, hukumannya sudah selesai. Maradona menjadi kapten Argentina saat mengalahkan Denmark melalui adu penalti 5-4 setelah bermain imbang 1-1. Skuad kedua turnamen dapat berbeda, sehingga ia tetap bisa tampil meski tidak ikut memenangkan Copa América sebelumnya.
Sementara itu, Messi melewati kekalahan pada final Copa América 2007, 2015, dan 2016 sebelum akhirnya menjadi juara pada 2021 dan 2024. Keberhasilan tersebut melengkapi perjalanan panjangnya bersama Albiceleste.
Keduanya juga pernah memenangkan Piala Dunia U-20: Maradona pada 1979 dan Messi pada 2005. Messi kemudian menambah emas Olimpiade 2008. Gelar tersebut dihitung terpisah dari timnas senior.
Secara keseluruhan, Messi memiliki dasar statistik lebih kuat sebagai pemain dengan karier timnas Argentina paling lengkap. Maradona tetap memiliki tempat istimewa melalui dominasi dan pengaruhnya pada Piala Dunia 1986.
Perbedaan era, peran, serta kesempatan bermain membuat perdebatan mengenai siapa yang terbaik tetap terbuka. Namun, keduanya meninggalkan warisan yang sama pentingnya: membawa Argentina menjadi juara dunia dengan nomor 10 di punggung dan ban kapten di lengan.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/luc)