MARKET DATA

Satu Kata untuk Harga Emas: Mengecewakan!

mae,  CNBC Indonesia
01 October 2026 07:00
Emas
Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas berbalik melemah pada perdagangan Rabu (30/9/2026) di tengah kenaikan harga energi meski data inflasi Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari perkiraan.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (30/9/2026) ditutup di posisi US$ 4155,99 per troy ons. Harganya melemah 0,6%.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan kenaikan 1,6% pada Selasa.

Harga emas masih melemah pada hari ini. Pada Kamis (1/10/2026) melemah 0,04% ke US$ 4154,21 per troy ons.

Dalam sebulan, harga emas jatuh 6,57% pada September 2026 sekaligus mengakhiri periode positif pada dua bulan sebelumnya.


"Dengan harga energi yang meningkat, obligasi kehilangan penguatannya dan kembali menekan logam mulia. Ini menjadi hari yang mengecewakan bagi emas," kata Tai Wong, trader logam independen, dikutip dari Refinitiv.

Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE). Indeks pada Agustus naik 3,4% secara tahunan, melambat dari 3,7% pada bulan sebelumnya.

Ekonom yang disurvei Dow Jones sebelumnya memperkirakan inflasi tetap berada di level 3,7%.

Data yang lebih menggembirakan terlihat pada core PCE, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi. Core PCE naik 3% secara tahunan, turun dari 3,3% pada bulan sebelumnya sekaligus lebih rendah dari perkiraan ekonom.

 

Data tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Oktober. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga Oktober sekitar 39%, turun dari 45% sebelum data PCE dirilis.

Namun, peluang kenaikan suku bunga pada Desember masih mencapai 90%.

Dolar AS masih menguat ke 101,45 atau tertinggi sejak Juli 2026. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Di sisi lain, harga minyak naik dan berpotensi mencatat kenaikan setelah pembicaraan AS-Iran untuk mengakhiri perang mengalami kebuntuan.

Pada perdagangan Rabu (30/9/2026), Harga minyak brent naik 0,9% ke US$ 103,53 per barel sedangkan WTI melonjak 1,2% ke US$ 90,42 er barel.

Kekhawatiran harga energi bertahan tinggi dapat memperpanjang tekanan inflasi dan mendorong kebijakan moneter tetap ketat.

Harga perak juga melandai.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Rabu (30/9/2026) ditutup di posisi US$ 60,41 per troy ons. Harganya jatuh 1,7%.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan kenaikan 0,8% pada Selasa.

Harga perak masih melemah pada hari ini. Pada Kamis (1/10/2026) harganya melandai 0,08% ke US$ 60,36 per troy ons.



Most Popular
Features