MARKET DATA

Harga Emas & Perak Naik, Tapi Makin Banyak Trader Pilih Hati-Hati

mae,  CNBC Indonesia
23 September 2026 06:45
emas
Foto: Pexels

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak menanjak di tengah sikap pelaku pasar yang semakin memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) tahun ini. Investor juga terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (22/9/2026) ditutup di posisi US$ 4354,74 per troy ons. Harganya naik tipis 0,27%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harga emas melemah 0,8% pada Senin.

Pada hari ini, Rabu (23/9/2026) pukul 06.28 WIB, harga emas menguat 0,17% ke US$ 4362,35 per troy ons.


"Masalahnya, meskipun harga minyak sedikit turun, pasar masih dengan kuat memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed. Dalam beberapa hari terakhir, dolar AS juga menguat dan biasanya menjadi tekanan bagi emas," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global TD Securities, dikutip dari Refinitiv.

Trader kini melihat peluang 90% The Fed menaikkan suku bunga pada Desember, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Pasar fokus pada potensi pengetatan moneter setelah Presiden Federal Reserve St. Louis Alberto Musalem dan Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga lanjutan untuk menekan inflasi yang dipicu permintaan kuat dan kenaikan harga energi.

Sebagai catatan, The Fed menaikkan suku bunga pekan lalu. Ketua The Fed Kevin Warsh juga mengisyaratkan masih ada kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari, kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong bank sentral di berbagai negara mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Kondisi tersebut menekan harga emas yang telah anjlok lebih dari 22% sejak mencetak rekor tertinggi US$5.594,82 per ounce pada Januari.

Meski emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya menurun ketika suku bunga tinggi karena investor memiliki alternatif aset yang menghasilkan imbal hasil.

Harga minyak juga turun ke level terendah dalam dua pekan pada Selasa setelah prospek pasokan dari kawasan Teluk membaik. Iran mengisyaratkan dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari, sementara Arab Saudi bersiap melanjutkan ekspor dari pelabuhan Yanbu.

Harga perak sejalan dengan emas.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Selasa (22/9/2026) ditutup di posisi US$ 67,08 per troy ons. Harganya melesat 1,6%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harga perak melemah 0,8% pada Senin.

Pada hari ini, Rabu (23/9/2026) pukul 06.28 WIB, harga emas menguat 0,5% ke US$ 67,35 per troy ons.

(mae/mae)



Most Popular