MARKET DATA

Guyana-China Melejit, RI Masuk 25 Besar Ekonomi Paling Ngebut di Dunia

mae,  CNBC Indonesia
19 September 2026 15:00
Ekonomi RI Juara 1 di Negara G20, Kalahkan China & Arab Saudi
Foto: Infograis/ Ekonomi RI Juara 1 di Negara G20, Kalahkan China & Arab Saudi/ Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Peta pertumbuhan ekonomi dunia berubah drastis dalam 35 tahun terakhir.

Sejumlah negara mencatat lonjakan luar biasa dalam real Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita, mulai dari negara Asia yang ditopang industrialisasi dan perdagangan hingga negara kaya komoditas yang menikmati ledakan harga dan produksi.

Real PDB per kapita melambangkan nilai output ekonomi rata-rata per penduduk yang telah disesuaikan dengan inflasi, sehingga mencerminkan pertumbuhan ekonomi riil per orang.

Berdasarkan data World Bank, Guyana menjadi negara dengan pertumbuhan real PDB per kapita terbesar sepanjang 1990-2025. China menempati posisi kedua, sementara Amerika Serikat (AS) berada di peringkat ke-88 dunia.

Data tersebut telah disesuaikan dengan inflasi dan perbedaan daya beli antarnegara.

Guyana Meledak Gegara Minyak

Guyana mencatat pertumbuhan real PDB per kapita mencapai 1.549% sejak 1990, tertinggi di dunia.

Lonjakan tersebut tidak terlepas dari booming minyak lepas pantai. Produksi minyak Guyana dimulai pada 2019 dan mencapai sekitar 225 juta barel pada 2024.

Dengan jumlah penduduk kurang dari 1 juta jiwa, lonjakan produksi minyak memberikan dampak sangat besar terhadap perekonomian per kapita Guyana.

PDB per kapita riil Guyana berdasarkan paritas daya beli (PPP) meningkat dari sekitar US$5.100 atau sekitar Rp 90,42 juta per tahun (US$ 1= Rp 17.730) pada 1990 menjadi US$83.700 atau Rp1, 5 miliar pada 2025.

China berada di posisi kedua dengan pertumbuhan real PDB per kapita sebesar 1.404% dalam periode 1990-2025.

PDB per kapita berdasarkan PPP melonjak dari US$1.700 menjadi US$25.100.

Berbeda dengan Guyana yang mengalami lonjakan ekonomi terutama setelah booming minyak, pertumbuhan China berlangsung melalui proses industrialisasi dan ekspansi perdagangan selama beberapa dekade.

 

Bank Dunia mencatat hampir 800 juta orang telah keluar dari kemiskinan ekstrem di China dalam sekitar empat dekade terakhir, atau hampir tiga perempat dari penurunan kemiskinan ekstrem global.

Asia Kuasai Ekonomi dengan Pertumbuhan Tercepat

China bukan satu-satunya negara Asia yang mencatat pertumbuhan pesat.

Vietnam berada di posisi keenam disusul India di posisi ke-10, Bangladesh, dan Korea Selatan.

Secara keseluruhan, negara-negara Asia mengisi hampir setengah dari 25 besar negara dengan pertumbuhan PDB per kapita riil tertinggi sejak 1990.

Sebagai pembanding, real PDB per kapita dunia meningkat 94%, dari US$11.300 pada 1990 menjadi US$21.900 pada 2025.

Bagaimana dengan PPP Indonesia?

Indonesia berada di peringkat ke-24 dunia dalam pertumbuhan real PDB per kapita selama 1990-2025.

Dalam 35 tahun, real PDB per kapita Indonesia berdasarkan purchasing power parity (PPP) meningkat dari sekitar US$4.900 atau sekitar Rp 86,9  juta menjadi US$15.100 atau sekitar Rp 267,7 juta. Nilai tersebut tumbuh 210%. Artinya, secara riil output ekonomi rata-rata per penduduk Indonesia menjadi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan 1990.

Di kawasan Asia, posisi Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara yang mengalami lonjakan lebih besar. China mencatat pertumbuhan 1.404%, Vietnam 526%, India 369%, Laos 342%, Bangladesh 319%, Korea Selatan 287%, dan Sri Lanka 220%.

Meski demikian, masuknya Indonesia ke 25 besar dunia menunjukkan peningkatan ekonomi per penduduk yang cukup besar dalam jangka panjang. Perlu dicatat, real PDB per kapita bukan pendapatan atau gaji rata-rata masyarakat. Indikator ini menggambarkan nilai output ekonomi riil per penduduk setelah memperhitungkan inflasi dan perbedaan daya beli antarnegara.

(mae/mae)



Most Popular