MARKET DATA

10 Negara dengan Konsumsi Mi Instan Terbanyak

Dany Gibran,  CNBC Indonesia
16 September 2026 17:15
Ilustrasi Mi Instan (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Foto: Ilustrasi Mi Instan (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mi instan telah menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat di berbagai negara. Makanan ini dikenal praktis, mudah disiapkan, dan tersedia dalam beragam pilihan rasa yang menyesuaikan selera di masing-masing negara. 

Negara Asia banyak berkontribusi dalam data ini, Indonesia termasuk salah satu negara dengan konsumsi terbesar secara total konsumsi.

Data World Instant Noodles Association (WINA) mencatat China/Hong Kong, Indonesia dan India masih menjadi 3 negara dengan konsumsi mi instan terbanyak dari tahun 2023 hingga 2025.

Berikut daftar negara dengan total konsumsi nasional mi instan terbanyak:

Tingginya konsumsi di Asia tidak lepas dari karakter mi instan yang murah, mudah diperoleh, praktis, bahkan alasan budaya.

Di Indonesia, misalnya, WHO mencatat mi instan semakin populer karena harganya terjangkau dan mudah ditemukan.

Popularitas tersebut juga berkaitan dengan pola makan dan budaya pangan di Asia yang sudah akrab dengan berbagai jenis mi.

WINA mencatat mi instan berkembang dengan cita rasa yang menyesuaikan selera lokal, mulai dari ayam dan sayuran hingga bumbu pedas dan rempah.

Urutan negara dengan konsumsi mi instan tertinggi berbeda dibandingkan berdasarkan total porsi yang dikonsumsi. Data WINA menunjukkan Vietnam berada di posisi teratas dengan konsumsi sekitar 81 porsi per orang per tahun, setara dengan rata-rata sekitar satu porsi setiap empat hingga lima hari. Berikut daftarnya

Korea Selatan berada di posisi kedua dengan sekitar 79 porsi, sementara Thailand mencapai sekitar 60 porsi per orang per tahun.

Bagaimana dengan Indonesia?

Mengutip data dari Goodstats tahun 2023, menunjukkan 60,7% masyarakat Indonesia berusia di atas tiga tahun mengonsumsi mi instan 1-6 kali dalam sebulan.

Sementara itu, 32% masuk kategori konsumen reguler dengan konsumsi 2-3 kali per bulan, sedangkan hanya 4% yang mengonsumsi mi instan sekali sebulan atau lebih jarang.Bagaimana Menyikapi Konsumsi Mi Instan?Anggapan bahwa mi instan selalu tidak sehat juga perlu dilihat lebih proporsional. Mi instan bisa menjadi bagian dari pola makan, tetapi kandungan gizinya perlu diperhatikan, terutama garam atau sodium.

WHO merekomendasikan konsumsi sodium orang dewasa kurang dari 2.000 mg per hari dan menyarankan membatasi makanan olahan yang tinggi sodium.

Karena itu, semangkuk mi instan bisa dibuat lebih seimbang dengan menambahkan sumber protein seperti telur, ayam, ikan atau tahu serta sayuran.

Penambahan tersebut meningkatkan keberagaman zat gizi dan serat dalam satu kali makan. WHO sendiri menekankan pola makan sehat perlu mencakup beragam sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan dan sumber protein.

Jadi, persoalannya bukan sekadar "makan mi instan atau tidak", melainkan seberapa sering dikonsumsi dan apa yang ikut masuk ke dalam piring atau mangkuk.

Bagaimana Menyikapi Konsumsi Mi Instan?

Anggapan bahwa mi instan selalu tidak sehat juga perlu dilihat lebih proporsional. Mi instan bisa menjadi bagian dari pola makan, tetapi kandungan gizinya perlu diperhatikan, terutama garam atau sodium.

WHO merekomendasikan konsumsi sodium orang dewasa kurang dari 2.000 mg per hari dan menyarankan membatasi makanan olahan yang tinggi sodium.

Karena itu, semangkuk mi instan bisa dibuat lebih seimbang dengan menambahkan sumber protein seperti telur, ayam, ikan atau tahu serta sayuran.

Penambahan tersebut meningkatkan keberagaman zat gizi dan serat dalam satu kali makan. WHO sendiri menekankan pola makan sehat perlu mencakup beragam sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan dan sumber protein.

Jadi, persoalannya bukan sekadar "makan mi instan atau tidak", melainkan seberapa sering dikonsumsi dan apa yang ikut masuk ke dalam piring atau mangkuk.

(dag/dag)


Most Popular