MARKET DATA

Tak Hanya Jual Kopi, Kopi Kenangan Putar Rp3,7 Triliun di Ekonomi RI

mae,  CNBC Indonesia
01 October 2026 11:00
Kopi Kenangan. (Dok. kopikenangan.com)
Foto: Kopi Kenangan. (Dok. kopikenangan.com)

Jakarta, CNBC Indonesia -  Secangkr kopi mungkin hanya bernilai puluhan ribu rupiah. Namun, jika dikalikan dengan skala bisnis dan rantai pasok yang panjang, nilainya bisa mencapai triliunan rupiah.

Selama satu tahun periode pelaporan, Kopi Kenangan membukukan pendapatan bruto Rp3,7 triliun, membelanjakan Rp1,83 triliun kepada pemasok, berkontribusi Rp372,1 miliar kepada negara melalui pajak, serta menciptakan 9.117 lapangan kerja langsung dan menopang 21.338 pekerjaan tidak langsung.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa bisnis kopi tidak berhenti di balik meja kasir. Di belakang setiap gerai, terdapat rantai ekonomi yang melibatkan petani kopi, perajin gula aren, pemasok bahan baku, pekerja logistik, barista, hingga negara.

CNBC Indonesia bersama Kopi Kenangan melakukan studi mengenai dampak ekonomi kopi Kenangan terhadap terhadap perekonomian nasional. Hasilnya bukan sekadar menunjukkan besarnya nilai yang berputar di balik industri kopi. Angkanya bahkan melampaui ekspektasi.

Dari Satu Gerai, Terbentuk Rantai Ekonomi

Kopi Kenangan hadir di Indonesia sejak 2017 dan terus memperluas jaringan gerainya.

Per 31 Juli 2026, perusahaan telah memiliki lebih dari 1.273 gerai yang tersebar di 218 kota di Indonesia.

Skala tersebut menciptakan kebutuhan yang tidak hanya berkaitan dengan operasional gerai. Setiap gerai membutuhkan pasokan kopi, gula aren, bahan baku lainnya, kemasan, distribusi, logistik, serta tenaga kerja untuk memastikan produk sampai ke tangan konsumen.

Artinya, aktivitas ekonomi yang terlihat di depan konsumen hanyalah bagian akhir dari rantai yang lebih panjang. Di belakangnya terdapat petani, pemasok, pekerja logistik, pelaku usaha, hingga tenaga kerja di gerai.

Outlet Kopi Kenangan. (Dok. Kopi Kenangan)Outlet Kopi Kenangan. (Dok. Kopi Kenangan) Foto: Outlet Kopi Kenangan. (Dok. Kopi Kenangan)

Dalam periode pelaporan, Kopi Kenangan membelanjakan Rp1,83 triliun kepada pemasok, yang mencakup berbagai kebutuhan dalam rantai pasok perusahaan.

Per 31 Juli 2026, ekspansi Kopi Kenangan telah secara langsung membuka 9.117 lapangan pekerjaan dan menopang 21.338 pekerjaan tidak langsung.

88,6% Bahan Baku Berasal dari Dalam Negeri

Besarnya aktivitas dalam rantai pasok tersebut juga ditopang oleh penggunaan bahan baku lokal. Sebanyak 88,6% bahan baku Kopi Kenangan berasal dari dalam negeri.

Biji kopi dan gula aren, misalnya, berasal dari petani dan pelaku usaha lokal. Di sepanjang rantai tersebut, terdapat pula pemasok bahan baku, produsen kemasan dan penyedia jasa logistik yang ikut terhubung dengan aktivitas bisnis perusahaan.

Kopi Kenangan. (Dok. kopikenangan.com)Kopi Kenangan. (Dok. kopikenangan.com) Foto: Kopi Kenangan. (Dok. kopikenangan.com)

 

Bahan baku utama Kopi Kenangan, biji kopi dan gula aren berasal dari petani lokal. Langkah ini tidak hanya memastikan pasokan kopi, tetapi juga menciptakan pasar yang lebih stabil bagi petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai nilai kopi.



530 Ribu Cangkir Sehari, 30 Ribu Pekerjaan Terhubung

Skala rantai pasok tersebut berjalan beriringan dengan kebutuhan tenaga kerja. Saat ini, Kopi Kenangan menjual lebih dari 530.000 cangkir setiap hari di Indonesia.

Aktivitas tersebut secara langsung membuka 9.117 lapangan pekerjaan, mulai dari barista hingga berbagai fungsi pendukung operasional perusahaan.

Outlet Kopi Kenangan. (Dok. Kopi Kenangan)Outlet Kopi Kenangan. (Dok. Kopi Kenangan) Foto: Outlet Kopi Kenangan. (Dok. Kopi Kenangan)

 

Dampaknya juga meluas ke luar perusahaan. Berdasarkan studi yang dilakukan, aktivitas Kopi Kenangan turut menopang 21.338 pekerjaan tidak langsung di berbagai sektor yang terhubung dengan bisnis perusahaan.

Dengan demikian, total pekerjaan yang tercipta dan ditopang melalui aktivitas bisnis tersebut mencapai lebih dari 30.000 pekerjaan.

Dari Aktivitas Bisnis, Ada Kontribusi ke Negara

Perputaran aktivitas bisnis tersebut juga memberikan kontribusi langsung kepada negara melalui perpajakan.

Sepanjang periode pelaporan, Kopi Kenangan tercatat memberikan kontribusi pajak sebesar Rp372,1 miliar.

Angka tersebut menjadi bagian lain dari dampak ekonomi perusahaan, selain aktivitas pengadaan, penciptaan lapangan kerja, dan keterlibatan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok.

Jadi, Secangkir Kopi Berdampak Sejauh Apa?

Dengan lebih dari 530.000 cangkir terjual setiap hari, aktivitas Kopi Kenangan menunjukkan bagaimana transaksi yang terlihat sederhana di tingkat konsumen dapat terhubung dengan rantai ekonomi yang jauh lebih besar.

Dari petani yang memasok bahan baku, pemasok yang memenuhi kebutuhan operasional, pekerja yang memastikan bisnis berjalan, hingga kontribusi kepada negara, setiap bagian menjadi mata rantai dalam ekosistem tersebut.

Pada akhirnya, secangkir kopi bukan hanya soal apa yang diminum konsumen. Di baliknya terdapat rantai aktivitas ekonomi yang menghubungkan banyak orang dan sektor di Indonesia.

(mae/mae)



Most Popular