MARKET DATA

Awas! Harga Matcha Bisa Makin 'Pahit', Gara-Gara El Nino

Salma Laiqa,  CNBC Indonesia
10 September 2026 10:47
Ilustrasi kebun teh. (Dok. Pexels)
Foto: Ilustrasi kebun teh. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia -  Ancaman El Niño kini mulai merambat ke secangkir matcha. Fenomena iklim tersebut datang ketika industri teh dunia sudah menghadapi tekanan perubahan iklim, sementara permintaan matcha global justru sedang melonjak.

Food and Agriculture Organization (FAO) menyebut El Niño telah dimulai dan diperkirakan menguat hingga 2027, dan menegaskan bahwa pemanasan global dapat memperbesar dampaknya.

El Niño yang terjadi di dunia yang sudah lebih panas dapat menggeser pola hujan, meningkatkan risiko kekeringan dan panas ekstrem di sejumlah wilayah, sekaligus membawa hujan berlebih di wilayah lain.

Teh hijau matcha khas Jepang. (Istimewa)Teh hijau matcha khas Jepang. (Istimewa) Foto: Teh hijau matcha khas Jepang. (Istimewa)

Bagi sektor pertanian, kombinasi tersebut menjadi risiko penting. FAO memperingatkan prospek pasar komoditas pangan global masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca, termasuk El Niño, karena perubahan suhu dan curah hujan dapat mengganggu produksi pertanian.

Teh Semakin Rentan terhadap El Niño

Risiko tersebut turut membayangi teh. Tanaman teh bergantung pada kondisi iklim tertentu, sehingga perubahan temperatur dan pola hujan dapat memengaruhi pertumbuhan, produktivitas, hingga karakter daun yang dipanen.

FAO menilai industri teh memiliki peran penting bagi pendapatan dan mata pencaharian jutaan pembudidaya kecil. Karena itu, gangguan produksi akibat cuaca bukan hanya persoalan pasokan komoditas, tetapi juga dapat memengaruhi pendapatan masyarakat di daerah penghasil teh.

Ilustrasi kebun teh. (Dok. Pexels)Ilustrasi kebun teh. (Dok. Pexels) Foto: Ilustrasi kebun teh. (Dok. Pexels)

Tekanan iklim juga semakin terlihat di Jepang. Mengutip New Scientist, kenaikan suhu mulai menjadi tantangan bagi tanaman teh karena dapat menekan hasil sekaligus memengaruhi karakter umami yang menjadi salah satu ciri penting teh hijau Jepang.

Peneliti kini bahkan mempelajari pemanfaatan genomik untuk mengidentifikasi varietas teh yang lebih tahan terhadap suhu tinggi.

Produsen Makin Sulit Menambah Produksi Matcha

Tekanan terhadap teh menjadi lebih penting bagi matcha karena proses produksinya jauh lebih spesifik. Matcha dibuat dari tencha (daun teh dari tanaman Camellia sinensis), yang ditanam di bawah naungan sebelum dipanen, kemudian dikukus, dikeringkan dan digiling menjadi bubuk.

Mengutip Tea Journey, produksi matcha sulit dinaikkan secara cepat karena tanaman teh membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk matang, sementara matcha berkualitas tinggi hanya dapat dipanen dalam periode tertentu.

Suhu yang lebih tinggi dan curah hujan rendah juga telah memberikan tekanan terhadap sejumlah daerah penghasil teh utama Jepang.

Matcha. (Dok. Pixabay)Matcha. (Dok. Pixabay) Foto: Matcha. (Dok. Pixabay)

Masalahnya, kapasitas produksi Jepang juga menghadapi hambatan struktural.

 Melansir Nikkei Asia, luas panen teh di daerah-daerah penghasil utama Jepang telah menyusut sekitar 29% dalam satu dekade, seiring berkurangnya jumlah petani dan penuaan tenaga kerja. Artinya, ketika permintaan melonjak, produsen tidak bisa begitu saja membuka lahan dan meningkatkan produksi dalam waktu singkat.

Di sisi lain, permintaan justru sedang booming. Ekspor teh hijau Jepang pada 2025 melonjak sekitar 42% menjadi 13.125 ton, dengan matcha menyumbang sekitar 70% dari volume ekspor tersebut. Kondisi ini membuat supply-demand matcha sudah ketat bahkan sebelum dampak El Niño berikutnya sepenuhnya terlihat.

Harga Matcha Bisa Makin Mahal?

Tekanan harga sebenarnya sudah muncul. Harga tencha melonjak sekitar 220% pada 2025 di tengah permintaan yang meningkat dan pasokan yang terbatas. Tekanan ini diperparah oleh keterbatasan lahan, tenaga kerja, serta cuaca yang makin sulit diprediksi.

Karena itu, El Niño tidak otomatis membuat harga matcha pasti melonjak, tetapi dapat menjadi tekanan tambahan bagi pasar yang sudah ketat. Jika panas ekstrem atau perubahan pola hujan kembali menekan panen teh Jepang sementara permintaan global tetap tinggi, pasokan matcha bisa semakin terbatas dan harga berpotensi tetap tinggi.

(slm/slm)



Most Popular