Trump Akhiri "Perang Kripto", Bitcoin-Ethereum Langsung Menggila
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar aset kripto mencatatkan reli mingguan yang sangat masif pada perdagangan awal pekan ini. Lonjakan harga secara menyeluruh dipicu oleh sentimen positif dari Crypto Summit yang digelar oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih serta breakout tren pasar.
Pertemuan bersejarah yang mempertemukan para petinggi industri kripto, eksekutif keuangan tradisional (Wall Street), dan regulator federal ini memberikan sinyal kuat bahwa AS bersiap memimpin industri aset digital global secara struktural.
Kinerja Pasar: Reli Mingguan Masif pada Bitcoin dan Ethereum
Berdasarkan data perdagangan terkini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada level $77.243,06. Meskipun secara harian pergerakannya relatif mendatar di +0,01%, Bitcoin telah membukukan lonjakan mingguan yang luar biasa sebesar +22,28%. Momentum ini membawa kapitalisasi pasar Bitcoin menembus $1,55 Triliun.
Penguatan yang lebih agresif dicatatkan oleh Ethereum (ETH) yang berada di level $2.437,94. Aset smart contract utama ini menguat +0,49% secara harian dan melesat tajam hingga +28,80% dalam tujuh hari terakhir, mengonfirmasi derasnya aliran likuiditas institusional yang masuk ke pasar pasca-pertemuan di Washington.
Dinamika Altcoin: HYPE Disorot, ZEC dan XRP Catat Kenaikan Ekstrem
Pada sektor altcoin, sentimen regulasi yang melunak memicu lonjakan harga yang ekstrem. Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu fokus utama dengan kenaikan mingguan sebesar +37,82% ke level $80,41.
Penguatan ini merespons langsung pernyataan Trump dalam pertemuan tersebut bahwa Ketua CFTC Mike Selig tengah memproses kerangka regulasi untuk membawa platform Hyperliquid beroperasi secara resmi di AS.
Selain HYPE, Zcash (ZEC) memimpin kenaikan sektoral dengan lonjakan luar biasa sebesar +69,14% dalam sepekan ke level $831,02. Kinerja impresif juga dicatatkan oleh XRP yang melesat +47,55% ke level $1,47, Solana (SOL) yang naik +25,32% ke posisi $94,18, serta Dogecoin (DOGE) yang menguat +30,32%.
Katalis Makro: CLARITY Act dan Potensi Pembelian Bitcoin oleh AS
Faktor pendorong utama dari ledakan harga ini bersumber dari ringkasan hasil Crypto Summit. Dalam pertemuan tersebut, Trump secara terbuka menyatakan bahwa era "perang terhadap kripto" telah berakhir.
Fokus utama pemerintah AS saat ini adalah mendorong Kongres untuk segera mengesahkan CLARITY Act pada September 2026, yang akan memperjelas pembagian yurisdiksi antara SEC dan CFTC serta memberikan kepastian hukum bagi industri.
Lebih lanjut, katalis yang paling memicu euforia pasar adalah wacana bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan pembelian Bitcoin dan aset kripto lainnya dalam jumlah besar sebagai instrumen strategis untuk mengurangi tekanan terhadap dolar AS.
Terintegrasinya eksekutif dari perusahaan seperti Coinbase dan Ripple dengan pimpinan bursa saham tradisional seperti NYSE dan Nasdaq di meja yang sama menandakan bahwa tokenisasi dan aset digital kini diakui sebagai bagian integral dari masa depan infrastruktur keuangan AS.
Outlook Pasar: Transisi Struktural, Fokus pada Akumulasi Bertahap
Menyikapi dukungan nyata dari pemerintah AS dan masuknya likuiditas secara masif, struktur makro pasar kripto telah mengalami perubahan fundamental yang signifikan.
Probabilitas harga Bitcoin untuk kembali terkoreksi dalam ke area $50.000 dinilai sudah terlihat sangat minim dengan lanskap makro yang baru ini. Pasar telah mengkonfirmasi fase bullish yang didorong oleh adopsi terbaru dan pembelian kembali US Treasury oleh Treasury Department.
Kendati demikian, lonjakan tajam sebesar 20% hingga 60% dalam waktu satu pekan rentan memicu aksi ambil untung (profit taking) dan koreksi teknikal dalam jangka pendek walaupun koreksi hanya bersifat sesaat saja, jika potensi kenaikan suku bunga semakin melonjak akibat perang di Iran hal ini akan membuka lagi kemungkinan untuk BTC kembali ke bawah $50.000.
Oleh karena itu, pelaku pasar sangat tidak disarankan untuk melakukan pembelian panik (FOMO). Strategi akumulasi bertahap (dollar-cost averaging) di area support baru dengan tetap mempertahankan cadangan likuiditas tunai merupakan pendekatan investasi yang paling rasional untuk merespons volatilitas positif saat ini.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)