AS Negara Adidaya, Tapi Hampir 750 Ribu Warganya Jadi Tunawisma
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) masih menghadapi persoalan besar terkait tunawisma. Ratusan ribu orang tercatat hidup tanpa tempat tinggal tetap, dengan jumlah yang berbeda jauh di setiap negara bagian.
Di Washington, D.C., terdapat 74 tunawisma dalam setiap 10.000 penduduk. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di seluruh AS dan jauh melampaui Mississippi yang hanya mencatat empat tunawisma per 10.000 penduduk.
Data yang dihimpun Visual Capitalist menunjukkan jumlah tunawisma di AS mencapai 745.652 orang pada Januari 2025.
Jumlah tersebut sebenarnya turun 3,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angkanya masih tinggi setelah sempat melonjak 12,1% pada 2023 dan kembali meningkat 18,1% pada 2024.
Mahalnya biaya perumahan, terbatasnya rumah dengan harga terjangkau, rendahnya pendapatan, serta minimnya bantuan sewa menjadi sejumlah faktor yang ikut memperburuk persoalan tersebut.
Washington dan New York Catat Jumlah Tunawisma Tertinggi
Washington, D.C. menempati posisi teratas dengan 74 tunawisma per 10.000 penduduk.
Sebagai catatan, Washington, D.C. merupakan distrik federal dan bukan negara bagian. Jika hanya menghitung negara bagian, New York berada di posisi tertinggi dengan 73 tunawisma per 10.000 penduduk.
Oregon menyusul dengan 64 tunawisma per 10.000 penduduk. Vermont berada di posisi berikutnya dengan 53 orang, disusul Hawaii sebanyak 48 orang.
California, yang dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi dan teknologi AS, mencatat 46 tunawisma per 10.000 penduduk.
Negara bagian Washington dan Massachusetts masing-masing memiliki 40 tunawisma per 10.000 penduduk. Alaska mencatat 36 orang, sementara Nevada sebanyak 30 orang.
Perbedaan antara wilayah dengan tingkat tunawisma tertinggi dan terendah sangatlah lebar. Angka di Washington, D.C. mencapai sekitar 18,5 kali lipat dibandingkan Mississippi.
Kemiskinan Tinggi Tidak Selalu Berarti Tunawisma Lebih Banyak
Data tersebut menunjukkan tingkat kemiskinan tidak selalu berjalan searah dengan jumlah tunawisma.
Mississippi, Louisiana, dan Alabama termasuk negara bagian yang menghadapi persoalan kemiskinan. Namun, ketiganya justru mencatat jumlah tunawisma yang relatif rendah, yakni delapan orang atau kurang dalam setiap 10.000 penduduk.
Sebaliknya, beberapa wilayah dengan biaya hidup dan harga perumahan yang tinggi mencatat jumlah tunawisma jauh lebih besar.
New York, Hawaii, dan California berada dalam kelompok wilayah dengan tingkat tunawisma tertinggi.
Kondisi tersebut menunjukkan keterjangkauan tempat tinggal ikut menentukan besarnya persoalan tunawisma. Masyarakat berpendapatan rendah dapat lebih mudah kehilangan tempat tinggal ketika biaya sewa meningkat, sementara pilihan rumah murah semakin terbatas.
National Alliance to End Homelessness menyebut kekurangan hunian terjangkau, pendapatan rendah, terbatasnya bantuan sewa, dan melemahnya jaring pengaman sosial sebagai sejumlah penyebab utama.
Siapa Saja yang Dihitung sebagai Tunawisma?
Data tunawisma di AS berasal dari pendataan satu malam atau point-in-time count yang dilakukan pada Januari.
Pendataan tersebut dilakukan di bawah Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS atau Department of Housing and Urban Development (HUD).
Orang yang dihitung tidak hanya mereka yang tinggal di jalanan. Pendataan juga mencakup masyarakat yang menempati tempat penampungan darurat atau hunian sementara.
Sementara itu, tunawisma tanpa tempat penampungan mencakup orang yang tidur di mobil, tenda, bangunan kosong, maupun lokasi lain yang tidak diperuntukkan sebagai tempat tinggal.
Namun, pendataan tersebut belum tentu menangkap seluruh orang yang menghadapi masalah tempat tinggal.
Masyarakat yang sementara menumpang di rumah teman atau kerabat dapat luput dari perhitungan. Orang yang berada di lokasi yang tidak diketahui petugas pendataan juga berpotensi tidak tercatat.
Oleh karena itu, jumlah 745.652 orang belum sepenuhnya menggambarkan seluruh penduduk AS yang mengalami ketidakpastian tempat tinggal.
Jumlah Veteran Tunawisma Turun Lebih dari Separuh
Di tengah persoalan yang masih besar, AS mencatat kemajuan dalam mengurangi jumlah veteran militer yang tidak memiliki tempat tinggal.
Pada 2009, jumlah veteran tunawisma mencapai 73.367 orang. Angka tersebut turun menjadi 32.495 orang pada 2025.
Penurunan itu mencapai sekitar 56% dalam kurun waktu 16 tahun.
Penyediaan rumah terjangkau, bantuan sewa, serta akses layanan kesehatan disebut sebagai sejumlah langkah penting untuk membantu menekan jumlah tunawisma.
Namun, tingginya biaya perumahan dan terbatasnya pilihan hunian murah membuat persoalan tempat tinggal tetap menjadi tantangan besar di berbagai wilayah AS.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)