MARKET DATA

Harga Batu Bara Masih Membara, Tersengat Panasnya Minyak

mae,  CNBC Indonesia
19 August 2026 07:35
Batu bara kokas. (Dok. Pertamina)
Foto: Batu bara kokas. (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali menanjak di tengah kenaikan harga minyak.

Pada perdagangan Selasa (18/8/2026), harga batu bara ditutup di US$ 134,25 per ton. Harganya menguat 0,15%. Kenaikan ini memperpanjang tren positif batu bara dengan menguat dua hari beruntun.

Harga batu bara menguat ditopang harga minyak.

Harga minyak mentah AS bahkan kembali naik. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,4% pada Selasa menjadi US$85,26 per barel sementara brent naik 0,17% ke US$ 91,02 per barel. Posisi ini adalah yang tertinggi sejak 24 Juli 2026.

Batu bara dan minyak adalah dua komoditas yang saling substitusi sehingga harganya saling memengaruhi.

 

Dari China dilaporkan, pasar kokas metalurgi mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah kenaikan harga batu bara kokas meningkatkan biaya produksi. Di saat yang sama, pemangkasan produksi dan ketersediaan kokas yang semakin terbatas mulai memberikan dukungan terhadap harga.

Namun, kenaikan biaya produksi belum otomatis berarti harga kokas akan langsung melonjak.

Kekuatan permintaan dari industri baja dan kemampuan pembeli menerima harga yang lebih tinggi akan menjadi penentu apakah sinyal kenaikan biaya tersebut benar-benar berubah menjadi kenaikan harga kokas.

Dari India dilaporkan impor batu bara non-kokas turun sekitar 11% secara tahunan (yoy) menjadi 89 juta ton sepanjang Januari-Juli 2026.

Juli menjadi bulan pertama pada 2026 ketika impor batu bara termal India kembali meningkat secara tahunan. Impor naik hampir 2% menjadi 12 juta ton, jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan pembangkit listrik berbasis batu bara yang mencapai hampir 13%. Artinya, sebagian besar tambahan kebutuhan listrik masih dipenuhi batu bara domestik.

(mae/mae)



Most Popular