MARKET DATA

Bukan AS, Ini 15 Pemerintah dengan Belanja Terbesar di Dunia

Aisha Mayra,  CNBC Indonesia
07 August 2026 11:15
warga RI yang terus memburu dolar Ini simpanan Valas Warga RI
Foto: Infografis/warga RI yang terus memburu dolar Ini simpanan Valas Warga RI/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Belanja pemerintah ternyata bisa hampir menyamai ukuran ekonomi suatu negara.

Di Kiribati, total pengeluaran pemerintah mencapai 98,08% terhadap produk domestik bruto (PDB), tertinggi di dunia menurut data Dana Moneter Internasional (IMF).

Di sisi lain, Indonesia berada jauh di bagian bawah daftar. Rasio belanja pemerintah terhadap PDB tercatat 16,84%, menempatkan Indonesia di peringkat ke-139 dari 151 negara yang dibandingkan.

Perbedaan ini menunjukkan setiap negara memiliki prioritas fiskal yang sangat berbeda. Ada yang mengalokasikan lebih dari separuh nilai ekonominya untuk membiayai layanan publik, sementara negara lain memilih ruang fiskal yang jauh lebih kecil.

Negara dengan Belanja Pemerintah Terbesar

Daftar teratas diisi kombinasi negara yang karakteristiknya sangat berbeda. Di satu sisi terdapat negara-negara kepulauan kecil di Pasifik seperti Kiribati, Marshall Islands, dan Micronesia. Di sisi lain ada negara-negara Eropa seperti Finlandia, Prancis, Austria, Belgia, Italia, hingga Jerman.

Kiribati mencatat rasio belanja pemerintah sebesar 98,08% terhadap PDB, unggul jauh dari Marshall Islands sebesar 71,58% dan Ukraina sebesar 71,27%. Dominica berada di posisi berikutnya dengan 58,8%, disusul Finlandia 57,68% dan Prancis 57,17%.

Bagi negara-negara kepulauan kecil seperti Kiribati dan Marshall Islands, besarnya belanja pemerintah dipengaruhi bantuan dan hibah internasional yang membiayai sebagian besar layanan publik meski ukuran ekonominya relatif kecil. Lowy Institute melalui Pacific Aid Map menunjukkan Kiribati merupakan salah satu penerima bantuan pembangunan internasional terbesar di kawasan Pasifik.

Indonesia Masih di Kelompok Bawah

Indonesia berada di posisi ke-139 dengan rasio belanja pemerintah sebesar 16,84% terhadap PDB.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan banyak negara dengan ukuran ekonomi besar, seperti Prancis (57,17%), Jerman (49,43%), Italia (50,56%), India (28,4%), Meksiko (30,3%), maupun Korea Selatan (22,5%).

Di bawah Indonesia masih terdapat beberapa negara seperti Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Madagaskar, Iran, Nigeria, Bangladesh hingga Haiti yang menjadi negara dengan rasio belanja pemerintah paling rendah, hanya 5,25% terhadap PDB.

Ini menunjukkan sebagian besar negara berkembang memang mengalokasikan porsi belanja pemerintah yang lebih kecil dibandingkan ukuran ekonominya.

Mengapa Negara Maju Banyak Berbelanja?

Negara-negara seperti Finlandia, Prancis, Belgia, Italia, dan Jerman sama-sama memiliki rasio belanja pemerintah mendekati atau bahkan melampaui 50% PDB.

Besarnya anggaran tersebut tidak lepas dari luasnya layanan publik yang mereka tanggung, mulai dari layanan kesehatan universal, dana pensiun, tunjangan pengangguran, hingga berbagai program perlindungan sosial.

Di sisi lain, negara berpendapatan tinggi umumnya juga memiliki populasi yang semakin menua. Kondisi itu membuat kebutuhan pembiayaan pensiun dan kesehatan terus meningkat sehingga belanja pemerintah ikut membesar dibandingkan ukuran ekonominya.

Angka Besar Belum Tentu Lebih Baik

Besarnya belanja pemerintah tidak otomatis menghasilkan pelayanan publik yang lebih baik ataupun pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Efektivitasnya tetap bergantung pada bagaimana anggaran dialokasikan, kualitas belanja, serta kemampuan pemerintah menjaga keberlanjutan fiskal. Belanja yang terus meningkat tanpa diimbangi penerimaan negara berpotensi memperbesar defisit maupun utang pemerintah.

Karena itu, dua negara dengan rasio belanja pemerintah yang hampir sama belum tentu memiliki kualitas layanan publik maupun kinerja ekonomi yang serupa. Komposisi belanja sering kali sama pentingnya dengan besar kecilnya anggaran itu sendiri.

 

(mae/mae)



Most Popular