Pertama Tahun Ini: IHSG Berakhir Hijau, Jadi Bursa Terbaik ke-4 Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah indeks saham utama dunia mencatatkan kinerja impresif sepanjang Juli 2026. Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan, disusul pasar saham Zimbabwe. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan mampu keluar dari "kerak neraka" dan untuk pertama kali mencatat kenaikan bulanan di 2026.
Melansir dari Refinitiv hingga Jumat (31/7/2026) pukul 16.00 WIB, Hang Seng menguat 13,13% dibandingkan posisi penutupan akhir Juni.
Indeks tersebut bergerak dari 22.881,02 pada 30 Juni menjadi 25.884,43 pada penutupan perdagangan 31 Juli 2026.
Zimbabwe menyusul di posisi kedua. ZSE All Share meningkat dari 417,81 menjadi 470,62 atau menghasilkan kenaikan sebesar 12,64%.
Rumania dan IHSG Tembus Dua Digit
Bursa Rumania menempati peringkat ketiga. Indeks BET bergerak dari 32.487,18 pada penutupan 30 Juni menjadi 35.956 berdasarkan data terakhir yang tersedia.
Dengan demikian, indeks saham utama Rumania tersebut membukukan kenaikan sekitar 10,68% sepanjang periode pengamatan.
Pasar saham Indonesia berada tepat di belakangnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan 31 Juli 2026 pada level 6.236,13.
Dibandingkan penutupan 30 Juni sebesar 5.643,19, IHSG telah melesat 10,51% sepanjang Juli. Kinerja tersebut menempatkan IHSG sebagai indeks saham dengan penguatan terbaik keempat di dunia.
STI Singapura Melonjak Hampir 9%
Straits Times Index atau STI menempati posisi kelima setelah melesat 8,90%. Indeks saham utama Singapura itu bergerak dari 5.170,65 menjadi 5.630,87.
Polandia berada di posisi berikutnya. Indeks WIG naik 8,48%, disusul NSE 20 Kenya yang menguat 8,19%.
Oslo All Share Norwegia, SBITOP Slovenia, dan NGX All Share Nigeria melengkapi daftar sepuluh indeks saham dengan kinerja terbaik sepanjang Juli 2026.
Berikut adalah pemaparan data daftar indeks dengan kinerja terbaik Juli 2026 pukul 16.00 WIB:
Bursa Negara Berkembang Mendominasi
Daftar tersebut menunjukkan bahwa reli pasar saham selama Juli tidak hanya terjadi di pusat keuangan besar.
Sejumlah negara berkembang seperti Zimbabwe, Rumania, Indonesia, Kenya, dan Nigeria justru mendominasi peringkat sepuluh besar. Lima negara tersebut menghasilkan kenaikan antara 6,96% dan 12,64%.
Kinerja IHSG juga cukup menonjol. Selain berhasil kembali menembus level 6.200, indeks saham Indonesia mengungguli STI Singapura, WIG Polandia, serta sejumlah indeks utama Eropa dan Afrika.
Pemeringkatan menggunakan satu indeks utama dari setiap negara. Kinerja dihitung berdasarkan perubahan level indeks dari penutupan 30 Juni hingga posisi terakhir yang tersedia pada 31 Juli 2026.
Perhitungan merupakan price return dalam mata uang lokal, tanpa memasukkan dividen maupun perubahan nilai tukar.
Data Hong Kong, Indonesia, dan Singapura telah menggunakan posisi akhir perdagangan 31 Juli. Sementara itu, sejumlah pasar Eropa dan Afrika masih diperdagangkan atau belum memperbarui data penutupannya. Karena itu, posisi akhir pemeringkatan masih berpotensi berubah.
IHSG Akhirnya Hijau
IHSG banyak mengalami jatuh bangun sepanjang tahun ini.
IHSG bahkan melemah secara bulanan dari Januari-Juni 2026. Sejumlah sentimen buruk menerpa IHSG sepanjang tahun ini mulai dari peringatan dari MSCI, downgrade outlook lembaga rating, hingga persoalan fiskal. Kondisi ini membuat IHSG sempat babak belur hingga pernah jatuh 14% di Maret 2026.
Hingga Juni, IHSG bahkan belum mencetak kenaikan secara bulanan. Rekor ini menjadi yang terburuk dalam sejarah Indonesia, setidaknya sejak1990.
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)