MARKET DATA

Pesta Pora! Harga Emas dan Perak Melambung Tinggi, Rekor 2 Minggu

mae,  CNBC Indonesia
23 July 2026 06:46
Emas
Foto: Pixabay

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas naik ke level tertinggi dalam dua pekan didorong oleh melemahnya dolar AS dan aksi beli teknikal.

Investor dan bandar juga terus mencermati ketegangan di Timur Tengah serta menunggu sinyal terbaru mengenai suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (22/7/2026) ditutup di posisi US$ 4129,35 per troy ons. Harganya melonjak 1,3%.

Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya dengan menguat 3,06% dalam dua hari beruntun.

Harga penutupan kemarin juga menjadi yang tertinggi sejak 6 Juli 2026 atau dua pekan lebih.

Pada hari ini, Kamis (23/7/2026) pukul 06.32 WIB, harga emas melemah 0,25% ke 4119, 01 per troy ons.

Analis Senior FXTM Lukman Otunuga mengatakan pelemahan dolar AS dan aksi beli saat harga turun menjadi pendorong utama kenaikan emas.

Namun, ia mengingatkan kenaikan harga minyak lebih dari 3% berpotensi membatasi penguatan emas karena dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

"Harga emas melonjak tajam didorong oleh pelemahan dolar AS serta aksi beli saat harga terkoreksi yang kembali membangkitkan optimisme pelaku pasar," kata Lukman Otunuga, Analis Riset Senior di FXTM, dikutip dari Reuters.

"Namun, faktor fundamental yang masih cenderung negatif berpotensi membatasi kenaikan emas, terutama setelah harga minyak naik lebih dari 3% pagi ini," tambahnya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington masih membuka peluang negosiasi dengan Iran, tetapi menilai Teheran tidak serius dalam perundingan.

Ketegangan yang terus meningkat juga membuat empat kapal tanker bermuatan minyak Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah setelah mendapat ancaman dari kelompok Houthi.

Lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan dari Teluk Persia meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama.

Kondisi ini biasanya kurang menguntungkan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga sepanjang sisa 2026. Namun, pasar kini memperkirakan peluang sekitar 76% untuk kenaikan suku bunga pada September, dan menantikan hasil rapat FOMC pekan depan sebagai petunjuk arah kebijakan moneter.

Harga Perak Terbang

Harga perak juga terus melonjak.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Rabu (22/7/2026) ditutup di posisi US$ 59,75 per troy ons atau melesat 1,6%.

Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya dengan menguat 7,66% dalam empat hari beruntun.

Pada hari ini, Kamis (23/7/2026) pukul 06.37 WIB, harga perak turun 0,43% ke 59,45 per troy ons.

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular