MARKET DATA

15 Legenda Sepak Bola yang Tak Pernah Juara Piala Dunia: Ada Ronaldo

mae,  CNBC Indonesia
17 July 2026 14:00
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 16 - Portugal v Spain - Dallas Stadium, Arlington, Texas, U.S. - July 6, 2026 Portugal's Cristiano Ronaldo looks dejected after the match as Portugal are eliminated from the World Cup IMAGN IMAGES via
Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/MARIA LYSAKER

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjuarai Piala Dunia merupakan impian terbesar setiap pesepak bola. Namun, sejarah membuktikan bahwa status legenda tidak selalu identik dengan mengangkat trofi paling bergengsi di dunia tersebut.

Sejumlah pemain terbaik sepanjang masa justru harus mengakhiri karier tanpa pernah merasakan menjadi juara dunia. Ada yang kalah dramatis di final, ada pula yang tampil gemilang tetapi gagal membawa negaranya mencapai puncak.

Berikut daftar 10 legenda sepak bola yang tidak pernah memenangkan Piala Dunia.

1. Roberto Baggio (Italia)

Roberto Baggio menjadi simbol salah satu momen paling memilukan dalam sejarah Piala Dunia. Penyerang berjuluk The Little Buddha itu membawa Italia melaju ke final Piala Dunia 1994 setelah mencetak lima gol penting di fase gugur.

Namun, impiannya pupus ketika gagal mengeksekusi penalti pada adu penalti melawan Brasil. Meski demikian, Baggio tetap tercatat sebagai salah satu dari sedikit pemain yang mampu mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia berbeda.

Secara individu, Baggio meraih Ballon d'Or dan FIFA World Player of the Year pada 1993. Ia mencetak lebih dari 300 gol sepanjang karier profesionalnya dan menjadi salah satu pemain Italia dengan jumlah gol terbanyak di Serie A.

Di level tim nasional, Baggio tampil dalam tiga edisi Piala Dunia (1990, 1994, dan 1998).

2. Johan Cruyff (Belanda)

Johan Cruyff dikenal sebagai pelopor filosofi Total Football yang mengubah wajah sepak bola modern. Ia membawa Belanda ke final Piala Dunia 1974 dan bahkan sempat unggul lebih dulu atas Jerman Barat.

Namun, Belanda akhirnya kalah 1-2. Meski gagal menjadi juara, Cruyff dinobatkan sebagai peraih Golden Ball atau pemain terbaik turnamen berkat penampilan luar biasanya.

3. Luka Modric (Kroasia)

Luka Modric hampir membawa Kroasia menciptakan sejarah pada Piala Dunia 2018. Berkat kepemimpinannya di lini tengah, Kroasia sukses melaju hingga final sebelum akhirnya takluk dari Prancis.

Modric tetap pulang dengan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen. Penampilan impresifnya sepanjang 2018 juga mengantarkannya merebut Ballon d'Or, mengakhiri dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

4. Ferenc Puskás (Hungaria)

Ferenc Puskás memimpin tim legendaris Hungaria yang dijuluki Magical Magyars. Tim tersebut datang ke final Piala Dunia 1954 tanpa terkalahkan selama empat tahun.

Namun, mereka secara mengejutkan kalah 2-3 dari Jerman Barat dalam laga yang dikenal sebagai Miracle of Bern. Puskás tetap dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa.

5. Paolo Maldini (Italia)

Paolo Maldini merupakan salah satu bek terbaik dalam sejarah sepak bola. Selama empat edisi Piala Dunia, ia menjadi tembok kokoh pertahanan Italia dan mencatat rekor 2.217 menit bermain, terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Kesempatan terdekatnya mengangkat trofi datang pada 1994, tetapi Italia kembali kalah adu penalti dari Brasil di final.

6. Eusébio (Portugal)

Eusébio tampil sensasional pada Piala Dunia 1966 dengan menjadi top skor berkat koleksi sembilan gol.

Penyerang berjuluk Black Panther itu membawa Portugal hingga semifinal, termasuk mencetak empat gol saat membalikkan keadaan melawan Korea Utara di perempat final. Meski gagal menjadi juara, performanya masih dikenang hingga kini.

7. Oliver Kahn (Jerman)

Oliver Kahn nyaris membawa Jerman menjadi juara pada Piala Dunia 2002. Sang kiper hanya kebobolan satu gol hingga final dan mencatat lima clean sheet.

Namun, kesalahan yang dilakukannya di partai puncak dimanfaatkan Ronaldo untuk membawa Brasil menjadi juara. Meski kalah, Kahn menjadi satu-satunya penjaga gawang yang pernah meraih Golden Ball.

8. Michel Platini (Prancis)

Michel Platini merupakan motor permainan Prancis pada era 1980-an. Ia membawa Les Bleus mencapai semifinal Piala Dunia 1982 dan 1986, tetapi dua kali disingkirkan Jerman Barat.

Platini juga dikenal sebagai salah satu gelandang paling produktif dan berhasil memenangkan Ballon d'Or tiga kali secara beruntun.

9. Cristiano Ronaldo (Portugal)

Cristiano Ronaldo mengoleksi hampir seluruh gelar bergengsi sepanjang kariernya. Namun, trofi Piala Dunia tak pernah berhasil diraihnya.

Pencapaian terbaik Ronaldo terjadi pada Piala Dunia 2006 ketika Portugal finis di posisi keempat. Meski demikian, ia mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda.

10. Zico (Brasil)

Zico menjadi ikon tim Brasil 1982 yang hingga kini dianggap sebagai salah satu tim terbaik yang gagal menjadi juara dunia.

Permainannya yang atraktif mencerminkan filosofi Joga Bonito. Namun, langkah Brasil terhenti setelah dikalahkan Italia. Selama tiga kali tampil di Piala Dunia, Zico mencetak lima gol.

11. Lev Yashin (Uni Soviet)

Lev Yashin membela Dynamo Moscow selama sekitar 20 tahun (1950-1970), memperkuat Uni Soviet dari 1954 hingga 1970, serta tampil di empat edisi Piala Dunia (1958, 1962, 1966, dan 1970).
Meski dikenal sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah dan menjadi satu-satunya penjaga gawang yang pernah meraih Ballon d'Or pada 1963, Yashin tidak pernah menjuarai Piala Dunia.
Penyebab utamanya bukan karena performanya, melainkan karena Uni Soviet tidak memiliki skuad sekuat Brasil, Inggris, atau Jerman Barat pada masanya.
Prestasi terbaiknya di Piala Dunia hanya mencapai peringkat keempat pada 1966.

Selain itu, Yashin juga sempat mengalami cedera dan gegar otak pada Piala Dunia 1962 yang memengaruhi penampilannya. Sebagai penjaga gawang, ia juga tidak bisa sendirian menentukan hasil pertandingan, sehingga meski tampil gemilang dan menyelamatkan ratusan peluang sepanjang kariernya, trofi Piala Dunia tetap gagal diraihnya.

12. Alfredo Di Stéfano
Alfredo Di Stéfano memiliki karier gemilang bersama River Plate, Millonarios, dan terutama Real Madrid, tempat ia memenangkan delapan gelar Liga Spanyol, lima Piala Champions Eropa beruntun, serta dua Ballon d'Or.

Namun, salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah ini tidak pernah bermain di putaran final Piala Dunia. Penyebabnya adalah Argentina mundur dari Piala Dunia 1950 dan 1954, Spanyol gagal lolos pada 1958, lalu cedera membuatnya batal tampil di Piala Dunia 1962. Akibat rangkaian nasib buruk tersebut, Di Stéfano pensiun tanpa pernah merasakan panggung Piala Dunia.

13. Trio Belanda

Trio Belanda yakni Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard dikenal sebagai salah satu lini terbaik dalam sejarah sepak bola.
Bersama AC Milan, mereka mendominasi Eropa dengan menjuarai dua Piala Champions Eropa dan membawa Belanda menjuarai Euro 1988. Namun, mereka gagal menjadi juara Piala Dunia.

Pada Piala Dunia 1990, Belanda datang sebagai favorit, tetapi tampil di bawah performa terbaik akibat konflik internal, pergantian pelatih, dan permainan yang tidak solid sehingga tersingkir di babak 16 besar oleh Jerman Barat. Kesempatan emas trio legendaris itu pun hilang, dan mereka mengakhiri karier internasional tanpa pernah mengangkat trofi Piala Dunia.

14. George Best

George Best dikenal sebagai salah satu pemain paling berbakat dalam sejarah sepak bola.
Bersama Manchester United, ia memenangkan Piala Champions Eropa 1968, dua gelar Liga Inggris, dan Ballon d'Or pada tahun yang sama.

Namun, Best tidak pernah tampil, apalagi menjuarai Piala Dunia, karena membela Irlandia Utara yang tidak cukup kuat untuk lolos ke putaran final selama masa kariernya. Meski tampil impresif di level klub, kesempatan bermain di panggung terbesar sepak bola dunia tidak pernah datang akibat keterbatasan kualitas tim nasionalnya.

15. George Weah

George Best dikenal sebagai salah satu pemain paling berbakat dalam sejarah sepak bola.
Bersama Manchester United, ia memenangkan Piala Champions Eropa 1968, dua gelar Liga Inggris, dan Ballon d'Or pada tahun yang sama. Namun, Best tidak pernah tampil, apalagi menjuarai Piala Dunia, karena membela Irlandia Utara yang tidak cukup kuat untuk lolos ke putaran final selama masa kariernya. Meski tampil impresif di level klub, kesempatan bermain di panggung terbesar sepak bola dunia tidak pernah datang akibat keterbatasan kualitas tim nasionalnya.

George Weah gagal menjuarai Piala Dunia karena Liberia tidak pernah berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia, sehingga salah satu penyerang terbaik dalam sejarah sepak bola Afrika itu tidak pernah mendapat kesempatan tampil di ajang tersebut.

Bukan Juara, tetapi Tetap Abadi

Piala Dunia memang menjadi ukuran tertinggi dalam sepak bola. Namun, daftar di atas menunjukkan bahwa status legenda tidak selalu ditentukan oleh trofi.

Lewat kontribusi, kualitas permainan, hingga pengaruhnya terhadap perkembangan sepak bola dunia, nama-nama seperti Cruyff, Modric, Baggio, Maldini, hingga Cristiano Ronaldo tetap dikenang sebagai ikon yang meninggalkan warisan besar, meski tak pernah mengangkat trofi Piala Dunia.

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular