Harga Emas Terbang! Aksi Bargain Hunting Merajalela

mae, CNBC Indonesia
Jumat, 10/07/2026 07:10 WIB
Foto: Pexels/Elias Tigiser

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas naik lebih dari 1% pada Kamis setelah aksi bargain hunting (berburu harga murah) muncul. Aksi ini muncul memanfaatkan harga logam mulia yang sempat jatuh ke level terendah dalam satu pekan. Di saat yang sama, investor terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (9/7/2026) ditutup di posisi US$ 4121,02 per troy ons. Harganya terbang 1,1%.

Penguatan ini memutus tren negatif emas yang jatuh tiga hari beruntun sebelumnya dengan total pelemahan 2,3%.

Pada hari ini, Jumat (10/7/2026) pukul ,07.00 WIB harga emas dibanderol US$ 4123,09 per troy ons atau menguat 0,05%.

"Ada aksi bargain hunting setelah penurunan harga kemarin. Dalam jangka pendek, penggerak utama harga emas adalah The Fed," kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di StoneX, dikutip dari Reuters.

Menurut Haberkorn, jika The Fed mengambil sikap yang lebih dovish terhadap suku bunga, maka harga emas dan perak berpotensi naik.

Sebaliknya, jika bank sentral AS mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut, kedua logam tersebut kemungkinan akan tertekan.

 

Dari sisi geopolitik, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk yang bertetangga setelah serangan AS ke wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran.

Serangan tersebut meningkatkan tekanan terhadap perjanjian gencatan senjata yang baru berlangsung selama tiga pekan.

Kenaikan harga energi akibat perang berpotensi memicu tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Meski emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 62% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Risalah rapat Federal Reserve bulan Juni menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi. Sejumlah pembuat kebijakan bahkan menilai terdapat alasan untuk menaikkan suku bunga sebelum bank sentral akhirnya memutuskan mempertahankan suku bunga tetap.

 

Investor kini akan mencermati data inflasi pekan depan serta kesaksian Ketua The Fed, Kevin Warsh, di Kongres AS untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Dalam catatan riset yang dirilis Kamis, HSBC memangkas proyeksi rata-rata harga emas untuk 2026 dan 2027 masing-masing menjadi US$4.560 dan US$4.925 per troy ounce, dari sebelumnya US$4.864 dan US$5.000.


(mae/mae) Add as a preferred
source on Google
Pages