Harga Emas & Perak Mendadak Berbalik Arah dan Jatuh, Kehabisan Tenaga?
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak melandai.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (6/7/2026) ditutup di posisi US$ 4163,98 per troy ons. Harganya melandai 0,26%.
Pelemahan ini memutus tren positif emas yang melesat 4,2% dalam tiga hari beruntun sebelumnya.
Harga emas melandai setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 22 Juni pada Senin kemarin.
Pada hari ini, Selasa (7/7/2026) pada pukul 06.42 WB, harga emas masih turun 0,07% di posisi US$ 4161, 09 per troy ons.
Harga emas masih dipengaruhi data dari Amerika Serikat (AS).
Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat signifikan pada Juni. Selain itu, data payroll untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi turun. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Meski emas kerap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya berdampak negatif terhadap logam mulia tersebut karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Fokus investor kini beralih ke risalah rapat kebijakan moneter (minutes) The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu besok.
"Pelaku pasar akan mencermati risalah tersebut untuk mencari petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter AS. Jika ada kejutan dalam risalah itu, pasar berpotensi bergerak cukup signifikan," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange, kepada Reuters.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 57%.
Di sisi lain, J.P. Morgan dalam catatannya pada Jumat menyebut permintaan emas dari sektor-sektor utama diperkirakan tidak akan sekuat yang sebelumnya diharapkan. Hal tersebut diperkirakan akan membatasi kenaikan harga emas tahun ini menjadi sekitar US$4.300 per troy ounce pada kuartal III dan US$4.500 per troy ounce pada kuartal IV.
Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Senin (6/7/2026) ditutup di posisi US$ 62,08 per troy ons. Harganya turun 0,52%.
Pelemahan ini memutus tren positifnya yang melesat 6,5% dalam empat hari beruntun sebelumnya.
Pada hari ini, Selasa (7/7/2026) pada pukul 06.48 WB, harga perak melandai 0,29% di posisi US$ 61,9 per troy ons.
(mae/mae) Add
source on Google Next Article Harga Emas Babak Belur 'Dihajar' Ekspektasi Suku Bunga The Fed