MARKET DATA

Ini Saham Juara & Paling Menderita di Semester I-2026, Terbang 500%

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
01 July 2026 08:40
RI Sering “Dijewer” Asing: MSCI Kini Goldman Sachs, Apa Masalahnya?
Foto: Infografis/ RI Sering “Dijewer” Asing: MSCI Kini Goldman Sachs, Apa Masalahnya? / Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham domestik mencatatkan dinamika yang cukup tertekan sepanjang tahun berjalan. Mengacu pada data pergerakan indeks, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan nilai yang sangat signifikan.

Indeks acuan tersebut membuka periode perdagangan awal tahun di level 8646.94 dan secara berkelanjutan menunjukkan tren depresiasi hingga menyentuh posisi 5643.19. Penurunan ini mencerminkan koreksi sebesar -34.74% secara ytd.

Kondisi pelemahan ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang meluas di berbagai sektor, yang dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio investor serta dinamika makroekonomi yang membatasi likuiditas di pasar ekuitas secara keseluruhan.

Meskipun secara akumulatif pasar bergerak di zona negatif dengan tingkat penurunan yang dalam, terdapat sejumlah emiten yang justru mencatatkan apresiasi nilai saham yang luar biasa.

Saham-saham ini bergerak melawan arus utama pasar dan memberikan tingkat pengembalian yang sangat tinggi bagi para pemegang sahamnya.

Lonjakan harga pada kelompok saham ini umumnya didorong oleh sentimen spesifik perusahaan, pergerakan teknikal, maupun aksi korporasi yang memicu peningkatan permintaan di pasar sekunder secara masif.

Berikut adalah rincian emiten yang masuk ke dalam jajaran dengan keuntungan tertinggi sepanjang tahun berjalan.

Di sisi lain, selaras dengan pelemahan IHSG, sejumlah emiten mengalami depresiasi nilai pasar yang sangat ekstrem. Tekanan jual pada saham-saham ini jauh melampaui rata-rata penurunan indeks acuan, di mana beberapa di antaranya kehilangan lebih dari tiga perempat kapitalisasi pasarnya sejak awal tahun.

Penurunan tajam ini merefleksikan sentimen negatif yang kuat, potensi pelemahan fundamental, atau koreksi valuasi secara drastis setelah mengalami kenaikan pada periode sebelumnya. Berikut adalah rincian perusahaan dengan persentase penurunan terdalam yang memimpin deretan pelemahan.


-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular