MARKET DATA

Harga Emas Terbang Pagi Ini, 10 Lembaga Dunia Ramal 3 Skenario Terbaru

mae,  CNBC Indonesia
15 June 2026 07:00
Emas
Foto: Pexels/Steinberg

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas langsung terbang menyusul adanya kabar kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pemulihan ini menjaga peluang kenaikan jangka pendek emas tetap terbuka, meskipun logam mulia tersebut masih harus menembus level resistensi penting untuk mengonfirmasi fase reli berikutnya.

Merujuk Refinitiv, harga emas langsung terbang pada hari ini. Pada Senin (15/6/2026) pukul 06.41 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4285,2 per troy ons atau terbang 1,57%.

Pada Jumat pekan lalu *12/6/2026), harga emas ditutup menguat 0,11% ke US$ 4218,77 per troy ons.

Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya setelah harga emas terbang 3,5% pada dua hari terakhir pekan lalu (Kamis & Jumat pekan lalu).

Harga emas terbang seiring kencangnya sinyal perang akan berakhir.


Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang mereka. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan telah selesai, sementara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan perjanjian tersebut mencakup penghentian permanen operasi militer, termasuk di Lebanon.

Kesepakatan itu juga disebut akan membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut AS terhadap Iran, dan memperpanjang gencatan senjata. Penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.

 

Kesepakatan ini diharapkan bisa menekan harga minyak hingga inflasi. Kabar ini pun langsung membuat indeks dolar melemah ke 99,51 atau rekor terendahnya dalam lima hari.

Pembelian emas dikonversi dalam dolar AS sehingga pelemahan dolar akan membuat permintaan naik. Kesepakatan damai juga diharapkan mampu menekan harga minyak dan inflasi AS sehingga The Fed tidak lagi hawkish.

Ramalan Terbaru Emas

Harga emas pada pekan lalu mengalami pekan yang penuh gejolak. Tekanan dari inflasi Amerika Serikat yang meningkat serta ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi mendorong logam mulia tersebut turun mendekati level support penting US$4.000 per ons sebelum pulih tipis di akhir pekan.

Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, mengatakan pemulihan di akhir pekan adalah kabar baik. Meski demikian, indikator momentum belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang jelas.

Berdasarkan survei mingguan Kitco News, analis Wall Street kini jauh lebih berhati-hati dibandingkan pekan sebelumnya. Mayoritas memilih menunggu hasil rapat kebijakan The Fed sebelum mengambil posisi baru.

Ketua Adrian Day Asset Management, Adrian Day, menilai peluang emas telah membentuk titik dasar (bottom) jangka pendek semakin besar. Menurutnya, jika tekanan inflasi mereda dan The Fed tidak menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, harga emas berpotensi melanjutkan pemulihan.

Sementara itu, analis senior Trade Nation, David Morrison, mengingatkan bahwa emas masih berada dalam wilayah teknikal yang berisiko. Meskipun terjadi pemulihan jangka pendek, tren penurunan belum benar-benar berakhir.

Pandangan lebih optimistis datang dari Chairman dan CEO Asset Strategies International, Rich Checkan. Menurutnya, kemampuan emas bertahan di area US$4.000 per ons merupakan sinyal positif. Jika The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, harga emas berpeluang menguat dalam beberapa pekan ke depan.

 

Pialang komoditas senior StoneX Group, Daniel Pavilonis, menambahkan bahwa faktor-faktor yang sebelumnya mendukung reli emas masih tetap ada, termasuk tingginya utang global, kebutuhan diversifikasi aset, dan pembelian emas oleh bank sentral.

Sejumlah analis juga menilai emas sedang memasuki fase akumulasi setelah mengalami siklus kenaikan selama tiga tahun terakhir.

Analis senior FxPro, Alex Kuptsikevich, mengatakan konsolidasi harga di sekitar US$4.000 per ons dapat membantu pasar menyelesaikan proses koreksi yang diperlukan sebelum memasuki siklus kenaikan baru dalam beberapa tahun mendatang.

Di sisi lain, CPM Group menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dalam jangka pendek karena volatilitas pasar masih tinggi. Mereka memperkirakan harga emas akan bergerak dalam rentang yang lebar, yakni antara US$3.800 hingga US$4.650 per ons hingga akhir musim panas.

Pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada rapat kebijakan The Fed serta data penjualan ritel, sektor perumahan, dan manufaktur AS. Sinyal baru terkait inflasi dan suku bunga diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya setelah berminggu-minggu mengalami fluktuasi tajam.

Add logo_svg as a preferred
source on Google

Merujuk Refinitiv, harga perak melambung terbang pada hari ini. Pada Senin (15/6/2026) pukul 06.52 WIB, harga perak ada di posisi US$ 70,13 per troy ons atau melonjak 3,2%.

Pada Jumat pekan lalu, harga perak ditutup menguat 1% ke US$ 67,98 per troy ons.

Kenaikan ini memperpanjang tren positifnya setelah harga perak terbang hampir 7% pada dua hari terakhir pekan lalu (Kamis & Jumat pekan lalu).



Most Popular
Features