MARKET DATA

Harga Emas & Perak Terjun Bebas, Ramalan Terbaru Bikin Cemas

mae,  CNBC Indonesia
27 May 2026 07:00
Emas
Foto: Pixabay

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas anjlok tertekan oleh spekulasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Kekhawatiran muncul setelah serangan militer terbaru AS ke Iran meredam harapan tercapainya kesepakatan damai, mendorong harga minyak naik, dan kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (26/5/2026) ditutup di US$ 4508,46 per troy ons atau ambruk 1,4%. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan sebesar 1,4% pada hari sebelumnya.

Harga emas menguat tipis pada hari ini. Pada Rabu (27/5/2026) pukul 06.22 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4506,42 per troy ons atau menanjak 0,04%.



"Pasar obligasi berpikir langkah suku bunga berikutnya dari Federal Reserve adalah kenaikan. Itu menjadi sentimen negatif bagi pasar emas hari ini," kata analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, dikutip dari Refinitiv.

Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS akan memperketat kebijakan moneter.

Pasar saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember. Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini cenderung tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi.

 

Harga minyak Brent naik lebih dari 4% karena ketidakpastian masih membayangi apakah AS dan Iran akan mencapai kesepakatan serta kapan arus pengiriman melalui Selat Hormuz akan kembali normal.

Kenaikan harga minyak mentah mendorong inflasi karena produsen meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen.

"Secara teknikal dalam jangka pendek, pasar masih menguntungkan pihak bearish, sehingga memicu aksi jual teknikal juga," ujar Wyckoff.

Ia menambahkan bahwa pasar akan mencermati rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Kamis untuk mengukur tekanan inflasi dan arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

Sementara itu, UBS memangkas target harga emas akhir tahun sebesar US$400 menjadi US$5.500 karena risiko berlanjut dari imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan penguatan dolar AS.

Add logo_svg as a preferred
source on Google

 Harga perak juga ikut tumbang. Harga perak ditutup di US$ 76,95 per troy ons atau jatuh 1,44% pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan sebesar 3,4% pada hari sebelumnya.

Harga perak mulai naik pada hari ini. Pada Rabu (27/5/2026) pukul 06.24 WIB, harga perak ada di posisi US$ 77,14 per troy ons atau naik 0,25%.



Most Popular
Features