Cukup Sudah Jadi "Kurban" Market, Investor IHSG Juga Ingin Bahagia
- Pasar keuangan bergerak beragam. bursa saham menguat sementara rupiah melemah
- Wall Street libur sementara bursa Eropa melesat
- Perkembangan perang dan data ekonomi akan menjadi penggerak pasar hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam pada perdagangan kemarin. Bursa saham menguat sementara rupiah melemah.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan wait and see pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Senin (25/5/2026), melanjutkan rebound usai pekan lalu sempat tertekan cukup dalam.
IHSG pada akhir sesi kedua naik 44,30 poin atau 0,72% ke posisi 6.206,35. Sebanyak 470 saham menguat, 236 melemah, dan 114 bergerak stagnan.
Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat mencapai Rp 17 triliun dengan volume 27,60 miliar saham dan frekuensi 2,06 juta kali transaksi. Asing mencatat net sell sebesar Rp 2,22 triliun.
Mayoritas sektor perdagangan menguat, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor finansial, industri dan properti. Adapun sektor yang melemah kemarin adalah infrastruktur, energi dan barang baku.
Tiga Bank raksasa RI menjadi penggerak utama kinerja IHGS yakni PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), dan PT Bank Mandiri (BMRI).
Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah harus mengakhiri perdagangan pertama pekan ini, Senin (25/5/2026), dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Merujuk data Refinitiv, pergerakan rupiah sepanjang kemarin cukup volatil. Mata uang Garuda sempat mengawali perdagangan di zona hijau, yakni di level Rp17.680/US$ atau menguat 0,06%.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Rupiah berbalik melemah dan ditutup terkoreksi 0,23% ke level Rp17.730/US$. Posisi ini sekaligus menjadi level penutupan terlemah terbaru rupiah sepanjang sejarah atau All Time Low.
Di saat yang sama, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, justru terpantau melemah. DXY turun 0,17% ke level 99,070 pada pukul 15.00 WIB
Rupiah masih gagal memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS di pasar global. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda masih cukup besar, meski greenback sedang terkoreksi.
Di pasar global, dolar AS melemah di tengah terbukanya peluang kesepakatan damai AS-Iran.
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menegaskan akan mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS. Purbaya menyebut nilai tukar rupiah ditargetkan bisa bergerak menuju level Rp15.000/US$, dari posisi saat ini yang masih berada di atas Rp17.000/US$.
Purbaya mengatakan dirinya akan mengambil langkah baru pada pekan ini untuk mendorong penguatan mata uang Garuda. Dalam konteks tersebut, ia juga menyinggung penerapan aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam atau DHE SDA yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026.
Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun jauh melandai ke 6,695% pada perdagangan Senin kemarin, terendah 11 Mei 2026.
Imbal hasil yang melandai menandai harga SBNÂ yang naik karena tengah diburu investor.
Bursa Wall Street libur pada Senin untuk memperingati Memorial Day. Sementara itu, pasar futures yang tetap buka menunjukkan adanya lonjakan saham.
Kontrak berjangka saham AS melonjak pada Senin malam seiring turunnya harga minyak dan meningkatnya harapan bahwa konflik AS-Iran bisa segera mereda. Futures Dow Jones naik 0,9%, S&P 500 menguat 0,9%, dan Nasdaq-100 melonjak 1,2%.
Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran berjalan baik, meski AS masih membuka kemungkinan langkah ofensif jika pembicaraan gagal. Pernyataan itu membuat harga minyak mentah AS turun sekitar 6%.
Bursa Eropa Terbang
Saham Eropa mencapai level tertinggi sejak 2 Maret pada Senin setelah harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran meningkat selama akhir pekan.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik lebih dari 0,8%, sementara indeks CAC 40 Prancis dan DAX Jerman masing-masing melonjak 1,8% dan 1,6%. Perdagangan cenderung lebih sepi karena pasar Inggris tutup untuk libur nasional.
Kenaikan bursa Eropa mengikuti penguatan pasar Asia setelah indeks Nikkei 225 Jepang menembus level 65.000 untuk pertama kalinya. Sentimen investor membaik setelah muncul laporan bahwa Selat Hormuz kemungkinan segera dibuka kembali, sehingga menekan harga minyak.
Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran berjalan "tertib dan konstruktif", serta meminta timnya tidak terburu-buru mencapai kesepakatan. Setelah komentar tersebut, harga minyak turun lebih dari 5% dan meredakan kekhawatiran pasar.
Imbal hasil obligasi zona euro juga turun karena pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral. Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 2 tahun turun ke level terendah sejak 8 Mei.
Dari sisi korporasi, saham Delivery Hero melonjak lebih dari 10% setelah muncul laporan bahwa Uber mempertimbangkan tawaran akuisisi yang lebih tinggi untuk perusahaan tersebut.
Pasar keuangan Indonesia hari ini diperkirakan akan banyak dibayangi sentimen wait and see mengingat adanya libur panjang Idul Adha. Pasar keuangan akan ditutup pada Rabu dan Kamis sebelum dibuka lagi pada Jumat.
Mengingat pendeknya perdagangan pada pekan ini, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentiman baik dari dalam ataupun luar negeri, terutama perkembangan perang.
1. Deal AS-Iran Mendekat, Harga Minyak Jatuh
Negosiasi AS-Iran di Doha untuk mengakhiri perang tiga bulan mulai menunjukkan kemajuan, termasuk pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz dan isu nuklir Iran. Namun, Washington dan Teheran masih belum yakin kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.
Optimisme pasar membuat harga minyak anjlok, dengan Brent turun 7% ke US$96,14 per barel dan WTI melemah lebih dari 6% ke US$90,30 per barel.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik, tetapi memperingatkan AS bisa kembali menyerang jika negosiasi gagal. Sementara itu, Menlu AS Marco Rubio menegaskan diplomasi masih menjadi prioritas utama.
Di sisi lain, Israel tetap meningkatkan serangan terhadap Hezbollah di Lebanon, sementara Iran mengklaim berhasil menembak jatuh drone siluman di kawasan Teluk Persia. Ketegangan kawasan sebelumnya sempat memicu lonjakan harga minyak dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
2. Inflasi PCE Amerika Serikat
Kendati pelaku pasar keuangan Indonesia tutup pada Kamis tetapi pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen yang terjadid i luar negeri, termasuk dari AS.
Amerika Serikat (AS) akan merilis data inflasi pengeluaran pribadi atau PCE untuk periode April pada Kamis (28/5/2026). Inflasi ini merupakan guidance utama The Fed alam menentukan kebijakan suku bunga.
Seperti diketahui, indeks harga PCE Amerika Serikat naik 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Maret 2026, tertinggi sejak Mei 2023 dan sesuai ekspektasi pasar. Secara historis, inflasi PCE AS rata-rata berada di level 3,28% sejak 1960 hingga 2026, dengan rekor tertinggi 11,6% pada Maret 1980 dan terendah minus 1,47% pada Juli 2009.
Secara bulanan (month-to-month/mtm), indeks harga PCE AS naik 0,7% pada Maret 2026, sejalan dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibanding kenaikan Februari sebesar 0,4%. Ini menjadi kenaikan bulanan tertinggi sejak Juni 2022.
Kenaikan terutama dipicu lonjakan harga barang sebesar 1,4%, didorong kenaikan harga bensin dan energi lainnya hingga 20,9%. Sementara itu, inflasi sektor jasa meningkat menjadi 0,3% dari sebelumnya 0,2%, terutama akibat kenaikan biaya layanan transportasi.
Adapun indeks inti PCE (core PCE), yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik 0,3% setelah meningkat 0,4% pada Februari. Secara tahunan, indeks PCE utama mencapai 3,5%, sedangkan core PCE naik menjadi 3,2%.
3. IHSG Sudah Bangkit?
IHSG tengah dalam tren positif dengan menguat dua hari beruntun. Penguatan ini menjadi kabar baik karena sebelumnya IHSG sudah ambruk delapan hari beruntun. Rekor buruk ini terakhir terjadi pada Agustus 005 atau hampir 21 tahun yang lalu.
IHSG ambruk 10,8% sepanjang bulan ini dan kemungkinan akan mengakhiri Mei dengan pelemahan. Artinya, IHSG sudah ambruk selama lima bulan beruntun. Sepanjang tahun ini, tak sekalipun IHSG mencatatkan penguatan bulanan.
IHSG juga lebih kerap merah dibandingkan berakhir do zona hijau. Sepanjang perdagangan 2026, IHSG melemah sebanyak 50 kali dan menguat hanya 40 kali.
IHSG juga sudah jatuh 28,2% sepanjang 2026 yang membuatnya menjadi indeks saham terburuk di dunia.
Catatan buruk IHSG tak hanya itu, indeks sudah jatuh 32% jika dilihat dari titik tertingginya apda 19 Januari 2026 ( 9133). Jatuhnya IHSG ini hanya berlangsung tak kurang dari lima bulan. IHSG juga ambruk dipicu beragam sentiment negatif mulai dari perang, rebalancing MSCI, downgrade outlook rating hingga kekhawatiran mengenai fiskal.
IHSG bahkan mengalami trading halt pada 28-29 Januari 2026 setelah sejumlah petinggi bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mundur.
Ambruknya IHSG ini tentu saja berdampak besar terhadap tingkat keuntungan/kerugian investor. Dengan banyaknya investor yang ada di IHSG maka dampaknya ke ekonomi Indonesia akan lebih besar.
4. Libur Panjang Idul Adha
Menjelang Idul Adha, roda ekonomi Indonesia biasanya ikut bergerak lebih kencang. Momentum hari raya kurban bukan hanya berdampak pada aktivitas ibadah, tetapi juga memicu lonjakan perputaran uang di berbagai sektor, mulai dari peternakan hingga konsumsi rumah tangga.
Permintaan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba melonjak signifikan dalam beberapa pekan sebelum Idul Adha. Kondisi ini menjadi angin segar bagi peternak lokal, pedagang hewan, distributor pakan ternak, hingga jasa transportasi pengiriman ternak. Tak heran, harga hewan kurban juga cenderung naik akibat tingginya permintaan masyarakat.
Perputaran dana kurban pun nilainya tidak kecil. Uang yang berasal dari masyarakat, perusahaan, hingga lembaga sosial diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah secara nasional. Efek bergandanya ikut terasa di pasar tradisional, UMKM makanan, jasa logistik, hingga pedagang perlengkapan kurban.
Tak hanya itu, konsumsi rumah tangga biasanya ikut meningkat menjelang Idul Adha. Belanja masyarakat naik untuk kebutuhan makanan, pakaian, transportasi, hingga wisata lokal. Meski skalanya tidak sebesar Lebaran, momentum ini tetap memberi dorongan terhadap aktivitas ekonomi domestik.
Di sisi lain, distribusi daging kurban juga memberi dampak sosial yang besar. Pembagian daging kepada masyarakat membantu meningkatkan konsumsi protein sekaligus meringankan beban pengeluaran pangan, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah.
Berikut agenda ekonomi hari ini:
-
Kunjungan kerja Menteri Perumahan, Menteri Investasi/CEO Danantara Indonesia, dan CEO Lippo Group di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat
-
OPPO Find X9 Ultra dan OPPO Find X9s Launch Event di Li Lian Park Hyatt Jakarta
-
Press conference peluncuran kerja sama Telkomsel dan TVRI untuk penayangan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diselenggarakan di Diorama Telkomsel Smart Office, Jakarta Selatan
-
Konferensi Media Hari Lupus Sedunia: Dari Beban Menuju Hidup Lebih Baik
-
Melalui Peningkatan Penanganan Systemic Lupus Erythematosus di Hotel Aston TB Simatupang, Jakarta Selatan. Turut hadir CEO AstraZeneca Indonesia
-
Coffee Morning CNBC Indonesia "Redefining Trade Rules: Fair Tariffs for Long-Term Sustainable Partnership" di Park Hyatt, Jakarta Pusat
-
Health Forum CNBC Indonesia: Dari Warisan Budaya Menjadi Industri Jamu Berkelanjutan live on CNBC Indonesia TV. Turut hadir Kepala BPOM, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Komestik BPOM, CEO PT Phytochemindo Reksa, dan Ketua Umum GP Jamu.
Berikut agenda korporasi hari ini:
RUPST PT Singaraja Putra Tbk.
RUPST PT Berlian Laju Tanker Tbk
RUPST PT Agung Podomoro Land Tbk.
RUPST PT Bank Ganesha Tbk.
RUPST PT Lenox Pasifik Investama Tbk
RUPST PT Star Pacific Tbk
RUPST PT Victoria Care Indonesia Tbk
RUPST PT Kokoh Exa Nusantara
RUPST PT Bali Bintang Sejahtera Tbk.
RUPST PT Merry Riana Edukasi Tbk
RUPST PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk
RUPST PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk.
RUPST PT Radana Bhaskara Finance Tbk
RUPST PT Asia Pacific Investama Tbk.
RUPST PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
RUPST PT Nusantara Infrastructure Tbk
RUPST PT Tera Data Indonusa Tbk
RUPST PT PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk
RUPST PT Metropolitan Land Tbk
RUPST PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Asuransi Jasa Tania Tbk
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Interim Selamat Sempurna Tbk
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Garuda Metalindo Tbk.
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai ABM Investama Tbk
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Asuransi Multi Artha Guna Tbk
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk.
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT PAM Mineral Tbk
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Sillo Maritime Perdana Tbk
Tanggal DPS Dividen Tunai Plaza Indonesia Realty Tbk
Tanggal DPS Dividen Tunai PT Medela Potentia Tbk
Tanggal DPS Dividen Tunai PT Chemstar Indonesia Tbk
Tanggal DPS Dividen Tunai PT Chemstar Indonesia Tbk
Tanggal DPS Dividen Tunai Tigaraksa Satria Tbk
Tanggal DPS Dividen Tunai Cita Mineral Investindo Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai Wijaya Karya Beton
Tanggal ex Dividen Tunai PT Nusatama Berkah Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai PT Gunung Raja Paksi Tbk.
Tanggal cum Dividen Tunai PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.
Tanggal ex Dividen Tunai PT Chandra Asri Pacific Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai PT Ecocare Indo Pasifik Tbk.
Tanggal cum Dividen Tunai PT Superkrane Mitra Utama Tbk
Tanggal ex Dividen Saham Wintermar Offshore Marine Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai Wintermar Offshore Marine Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai PT Semen Baturaja (Persero) Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai PT Folago Global Nusantara Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai HM Sampoerna Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai Unggul Indah Cahaya Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai Buana Finance Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai PT Ifishdeco Tbk.
Tanggal ex Dividen Saham Wintermar Offshore Marine Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai Wintermar Offshore Marine Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai Wismilak Inti Makmur Tbk
Berikut indikator ekonomi terbaru:
(mae/mae) Add
source on Google Next Article Siaga 1! Gejolak Drama MSCI & Gencatan Senjata Iran AS di Ujung Tanduk