Daftar Barang yang Harganya Jadi Lebih Mahal Gara-Gara Rupiah Melemah
Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah terus terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Pelemahan rupiah ini akan membuat biaya impor melonjak sehingga membebani konsumen dalam negeri.
Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda pada perdagangan Senin (18/5/2026) pukul 11.08 WIB, rupiah ambruk 1,15% ke Rp 17.660/US$1. Pelemahan ini berpotensi membuat berbagai barang impor menjadi lebih mahal, mulai dari pangan hingga produk teknologi dan kendaraan listrik. Kenaikan biaya impor terjadi karena sebagian besar transaksi perdagangan internasional menggunakan dolar AS.
Pangan hingga Elektronik Berpotensi Naik Harga
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan sejumlah komoditas impor nonmigas utama Indonesia masih didominasi produk pangan dan bahan baku industri.
Untuk kelompok pangan, impor terbesar antara lain gandum, ampas kedelai untuk pakan ternak, gula mentah, biji kakao, hingga kedelai.
Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi industri makanan dan minuman, termasuk pakan ternak dan produk olahan berbasis tepung. Tempe yang selama ini dilabeli sebagai makanan rakyat juga terancam mengalami kenaikan harga.
Sementara itu, kelompok non-pangan didominasi barang bernilai tinggi seperti emas, smartphone, komponen semikonduktor, perangkat komunikasi, kendaraan listrik (EV), laptop, hingga alat berat.
Jika pelemahan rupiah berlangsung lama, harga barang elektronik impor dan kendaraan listrik di pasar domestik berpotensi ikut terdorong naik karena tingginya ketergantungan terhadap komponen dan produk luar negeri.
(mae/mae) Add
source on Google