Harga Emas Melonjak Lagi, Tembus Level US$ 4700: Masa Gelap Berakhir?
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas menguat sekalan dengan optimisme atas potensi berakhirnya konflik Iran dan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (8//5/2026) ditutup di posisi US$ 4714,42 per troy ons. Harganya menguat 0,62%.
Harga penutupan ini adalah yang tertinggi sejak 22 April 2026 atau lebih dari dua minggu lebih.
Dalam sepekan, harga emas menguat 2,18% pekan ini. Kenaikan ini sekaligus mengakhiri tren buruk pelemahan dalam dua pekan sebelumnya.
Emas, yang biasanya dianggap sebagai aset safe haven saat terjadi gejolak global, cenderung tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
"Emas diperdagangkan lebih seperti aset berisiko daripada safe haven. Kenaikan kembali harga emas terkait dengan prospek meredanya konflik Iran. Dengan harga energi yang turun, peluang pemangkasan suku bunga The Fed ke depan semakin besar," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures dikutip dari Refinitiv.
Kenaikan emas juga ditopang melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak.
Indeks dolar melemah ke 97,9 atau rekor terendah sejak awal Maret 2026.
Â
Harga minyak dan indeks dolar AS diperkirakan mencatat penurunan mingguan. Melemahnya dolar AS membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) ke depan.
Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga AS tahun ini sebesar 14%, turun dari sekitar 22% sehari sebelumnya.
Gubernur The Fed Stephen Miran berharap Ketua The Fed Jerome Powell hanya akan bertahan sebentar sebagai gubernur. Kevin Warsh disebut berada di jalur untuk menggantikan Powell sebagai pemimpin The Fed, menunggu pemungutan suara di Senat.
Data menunjukkan lapangan kerja AS bertambah lebih tinggi dari perkiraan pada April. Harga emas sempat memperpanjang kenaikannya setelah data tersebut dirilis.
source on Google