Harga Emas Melesat Lagi, Bandar Ramai-Ramai Ambil Untung
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak menguat setelah sempat menyentuh level terendah lebih dari satu bulan.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (5/5/2026) ada di posisi US$ 4556,04 per troy ons atau melesat 0,8%.
Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harga emas jatuh 2,2% dalam dua hari sebelumnya.
Harga emas sempat menyentuh posisi terendah pada perdagangan Senin.
Harga emas masih menguat pada hari ini. Pada Rabu (6/5/2026) pukul 06.42 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4587,35 per troy ons atau menguat 0,69%.
Kenaikan harga emas ditopang aksi trader yang memburu harga emas yang sudah murah.
"Kami melihat aksi beli saat harga turun (bargain hunting) setelah aksi jual sebelumnya, dan pelemahan harga minyak juga memberi dukungan. Pasar masih akan mencermati berita utama, namun fokus bisa sedikit bergeser ke data ekonomi," ujar Jim Wyckoff dari American Gold Exchange, dikutip dari Refinitiv.
Ia menambahkan, pasar bullish emas membutuhkan katalis fundamental yang kuat untuk kembali menguat.
Uni Emirat Arab menyatakan mendapat serangan rudal dan drone dari Iran, meski Washington menilai gencatan senjata masih bertahan di tengah baku tembak sebelumnya saat AS berupaya membuka kembali Selat Hormuz.
Â
Selat sempit ini praktis tertutup sejak serangan dimulai pada 28 Februari, sehingga mendorong kenaikan harga di seluruh dunia.
Harga minyak memang turun pada Selasa, namun masih berada di level tinggi. Kenaikan harga energi berisiko memicu inflasi dan menunda pelonggaran kebijakan moneter bank sentral.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, daya tariknya biasanya melemah saat suku bunga tinggi karena imbal hasil aset lain menjadi lebih menarik.
Analis pasar Fawad Razaqzada dari City Index mengatakan permintaan aset safe haven masih ada, meski pengaruhnya melemah karena emas kini semakin diperlakukan sebagai aset sensitif terhadap risiko.
Namun, kebutuhan lindung nilai terhadap inflasi serta pembelian oleh bank sentral membantu membatasi penurunan lebih dalam.
Pasar juga akan mempertimbangkan data tenaga kerja terbaru.
Â
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat masih kokoh. U.S. Bureau of Labor Statistics melaporkan jumlah lowongan kerja masih berada di atas perkiraan.
Melalui laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs), tercatat ada 6,866 juta posisi terbuka. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding proyeksi pasar di kisaran 6,860 juta.
Selisihnya memang tipis, tetapi cukup untuk menggambarkan bahwa permintaan tenaga kerja belum surut. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan di AS masih terlihat aktif mencari pekerja baru.
Harga perak juga ikut bangkit. Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Selasa (5/5/2026) ada di posisi US$ 72,82 per troy ons atau menguat 0,14%.
Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya jatuh 3,5% pada Senin.
Harga perak masih menguat pada hari ini. Pada Rabu (6/5/2026) pukul 06.48 WIB, harga perak ada di posisi US$ 73,86 per troy ons atau melonjak 1,43%.
(mae/mae) Add
source on Google Next Article Harga Emas "Bertarung" di Tengah Dua Kekuatan Besar: Semua Waspada!