Krisis Helium di Depan Mata, Pasokan Hanya Dikuasai 2 Negara
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Helium selama ini sering diasosiasikan dengan balon pesta. Namun di balik itu, gas langka ini justru menjadi salah satu komoditas paling strategis di dunia.Â
Helium memegang peran penting dalam industri semikonduktor, sistem dirgantara, hingga peralatan medis seperti MRI.
 Data terbaru dari USGS Mineral Commodity Summaries 2026 menunjukkan bahwa produksi helium global sangat terkonsentrasi pada segelintir negara. Kondisi ini memunculkan risiko besar terhadap stabilitas rantai pasok global, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Â
Duopoli AS-Qatar Kuasai Lebih dari 75% Produksi DuniaÂ
Produksi helium global saat ini didominasi oleh dua negara utama, yakni Amerika Serikat dan Qatar.
 Amerika Serikat menyumbang sekitar 42,6% produksi global pada 2025, termasuk helium yang diimpor dari Kanada dan diproses secara domestik. Sementara itu, Qatar berada di posisi kedua dengan kontribusi sebesar 33,2%.
 Artinya, lebih dari 75% pasokan helium dunia bergantung pada dua negara tersebut. Struktur pasar yang sangat terkonsentrasi ini menciptakan kerentanan sistemik. Gangguan pada salah satu produsen utama dapat berdampak besar terhadap berbagai industri global.
Â
Foto: Gas Helium (Freepik) |
Saat ini, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih mengganggu Selat Hormuz yang mana merupakan jalur ekspor penting bagi Qatar. Ketika distribusi helium terganggu, negara-negara yang sangat bergantung pada impor helium, seperti Korea Selatan, berpotensi menghadapi tekanan serius, terutama di sektor semikonduktor.
Rusia Terbatas, China Bergantung Impor
 Rusia menempati posisi ketiga dengan kontribusi sekitar 9,5% terhadap produksi helium global. Namun, perannya di pasar internasional, khususnya ke negara-negara Barat, terbatas akibat sanksi Uni Eropa.
 Di sisi lain, China hanya menyumbang sekitar 1,6% produksi global. Meski demikian, negara ini merupakan salah satu konsumen helium terbesar di dunia karena kebutuhan besar dari industri semikonduktor dan elektroniknya.
Kesenjangan antara produksi domestik dan kebutuhan industri membuat China sangat bergantung pada impor helium. Menjadikannya negara yang cukup rentan ketika pasokan global terganggu.
 Peran Helium Makin Krusial di Industri Strategis
 Permintaan helium global didorong oleh sektor-sektor teknologi tinggi dan kesehatan yang membutuhkan tingkat presisi dan keandalan tinggi.
 Seiring pertumbuhan industri teknologi dan kesehatan, helium menjadi sumber daya strategis. Dengan pasokan yang terkonsentrasi di beberapa negara saja, isu keamanan pasokan helium kini mulai menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan pelaku industri global.
source on Google
Foto: Gas Helium (Freepik)