Ini 11 Negara Pemasok Bahan Pangan Terbesar di Dunia, Ada Indonesia!
Jakarta, CNBC Indonesia - Struktur pangan global ternyata tidak seimbang. Hanya beberapa negara saja yang menjadi pemasok utama di dunia, menguasai produksi dan ekspor komoditas strategis seperti gandum, jagung, hingga kedelai.
Ketergantungan ini membuat sistem pangan global cenderung rapuh. Ketika satu negara produsen besar mengalami gangguan, efeknya tidak berhenti di domestik, tetapi langsung merambat ke harga dan pasokan global.
Berikut merupakan negara pemasok makanan paling banyak di dunia.
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan kekuatan utama dalam sistem pangan global karena skala produksi, teknologi, dan jaringan distribusi yang sangat maju. Negara ini mendominasi ekspor jagung dan kedelai dunia, sekaligus menjadi pemain besar dalam daging sapi, ayam, dan produk susu.
Dengan nilai ekspor pertanian US$170 miliar pada 2025, AS menjadi eksportir pertanian terbesar di dunia dengan pasar utama di Meksiko, Kanada, Uni Eropa, dan China.
Infrastruktur logistik yang efisien serta dukungan kebijakan pertanian membuat AS mampu menjaga stabilitas pasokan global, sehingga banyak negara bergantung pada ekspor pangan dari sini.
2. Brasil
Brasil telah berkembang menjadi eksportir kedelai terbesar dunia, dengan pangsa pasar global sekitar 60% dan menjadi pemasok utama bagi peternakan di China, AS, dan Uni Eropa. Selain itu, Brasil juga kuat dalam ekspor gula, kopi, dan produk pertanian tropis lainnya.
Keunggulan lahan luas dan iklim mendukung menjadikan negara ini sebagai pemasok utama bahan pangan dan pakan ternak dunia, terutama bagi negara-negara Asia.
3. China
China memiliki peran unik sebagai produsen sekaligus importir pangan terbesar di dunia. Dengan output pertaniannya mencapai US$1,65 triliun pada 2025, China memproduksi berbagai komoditas seperti beras, gandum, dan sayuran dalam jumlah besar.
Namun, tingginya konsumsi domestik membuat negara ini tetap bergantung pada impor, terutama kedelai, sehingga mempengaruhi keseimbangan permintaan global.
4. India
India adalah eksportir beras terbesar dunia dan memainkan peran krusial dalam menjaga pasokan pangan bagi negara berkembang. Selain beras, India juga memiliki produksi besar di sektor susu, gandum, dan rempah-rempah.
Kebijakan ekspor India sering berdampak langsung pada harga global, terutama ketika pemerintah membatasi ekspor untuk menjaga stabilitas domestik.
5. Rusia
Rusia telah menjadi eksportir gandum nomor satu dunia dalam beberapa tahun terakhir. Produksi besar dan harga kompetitif membuat Rusia menjadi pemasok utama bagi negara-negara di Timur Tengah dan Afrika.
Posisi ini menjadikan Rusia sangat strategis, setiap gangguan produksi atau kebijakan ekspor dapat memicu gejolak harga global.
6. Ukraina
Ukraina dikenal sebagai lumbung pangan karena kontribusinya dalam ekspor gandum, jagung, dan minyak bunga matahari.
Sebelum konflik geopolitik, Ukraina adalah salah satu pemasok utama bagi pasar global. Gangguan produksi atau distribusi dari negara ini terbukti mampu menyebabkan lonjakan harga pangan internasional.
7. Kanada
Kanada berperan penting sebagai eksportir gandum berkualitas tinggi serta canola (bahan baku minyak nabati). Selain itu, Kanada juga menjadi pemasok utama kacang-kacangan seperti lentil dan kacang polong. Sistem pertanian modern dan standar kualitas tinggi menjadikan produk Kanada sangat dibutuhkan di pasar global.
8. Australia
Australia memiliki model pertanian yang sangat berorientasi ekspor, dengan sebagian besar produksinya dikirim ke luar negeri.
Negara ini kuat dalam gandum, daging sapi, dan gula. Kedekatannya dengan pasar Asia menjadikan Australia sebagai pemasok strategis bagi negara-negara berkembang di kawasan tersebut.
9. Indonesia
Indonesia memegang peran vital dalam produksi minyak kelapa sawit, yang merupakan salah satu minyak nabati paling banyak digunakan di dunia. Produk ini menjadi bahan utama dalam makanan olahan, kosmetik, hingga biofuel. Karena dominasinya, kebijakan ekspor Indonesia sangat berpengaruh terhadap harga minyak nabati global.
Foto: Ilustrasi program swasembada pangan nasional. (Dok. Kementan) |
Â
Negara ini juga merupakan pengekspor utama kopi, kakao, makanan laut, rempah-rempah, dan buah-buahan tropis, dengan pasar utama termasuk Tiongkok, India, dan AS. Basis ekspor yang luas ini menjadikannya pemain vital dalam rantai pasokan global.
Perubahan iklim adalah risiko utama, dengan Indonesia lebih rentan terhadap dampak buruknya dibandingkan banyak negara lain.
10. Belanda
Belanda menunjukkan bahwa ukuran negara bukan penentu kekuatan pangan. Dengan teknologi pertanian maju, efisiensi tinggi, dan sistem logistik modern, Belanda menjadi salah satu eksportir produk agrikultur terbesar dunia. Negara ini unggul dalam produk hortikultura, susu, dan benih pertanian.
11. Maroko
Maroko menjadi salah satu eksportir utama buah dan sayuran dunia, dengan pasar utama di kawasan Eropa. Faktor geografis yang dekat dengan Uni Eropa serta iklim yang mendukung membuat Maroko mampu memasok produk hortikultura secara konsisten sepanjang tahun.
Lebih dari sekadar pangan, Maroko juga memegang posisi strategis dalam rantai pasok pertanian global melalui cadangan fosfatnya yang sangat besar. Fosfat merupakan bahan utama dalam produksi pupuk, sehingga peran Maroko menjadi krusial bagi produktivitas pertanian dunia.
Â
(mae/mae) Add
source on Google
Foto: Ilustrasi program swasembada pangan nasional. (Dok. Kementan)