China Jadi Raja Semangka Dunia, Produksi RI Tak Ada Apa-apanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar semangka global menunjukkan prospek cerah di tengah pergeseran pola konsumsi masyarakat dunia yang semakin mengarah pada produk segar dan sehat.
Berdasarkan data terbaru, nilai pasar semangka global tercatat mencapai US$30,2 miliar pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$45,8 miliar pada 2033, dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 4,7%.
Pertumbuhan Permintaan dan Perubahan Konsumsi
Permintaan semangka global didorong oleh perubahan gaya hidup konsumen yang semakin mengutamakan makanan rendah kalori, kaya air, dan bernutrisi. Semangka menjadi pilihan utama karena kandungan hidrasi dan antioksidannya, serta fleksibilitasnya untuk dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai produk.
Selain itu, tren produk praktis turut mendorong popularitas semangka tanpa biji yang kini menguasai porsi signifikan pasar.
Di sisi distribusi, perkembangan e-commerce dan sistem rantai dingin (cold chain) memperluas akses konsumen terhadap buah segar berkualitas, terutama di kawasan urban.
Inovasi Benih dan Transformasi Sektor Hulu
Sejalan dengan meningkatnya permintaan, industri benih semangka mengalami pertumbuhan lebih cepat dengan proyeksi CAGR sekitar 7,8% hingga 2030.
Transformasi ini didorong oleh adopsi benih hibrida dan varietas unggul seperti triploid (tanpa biji) yang mampu meningkatkan hasil panen sekaligus kualitas buah. Teknologi benih modern memungkinkan ketahanan terhadap penyakit dan perubahan iklim, sehingga menjadi solusi bagi petani dalam menjaga produktivitas.
Kawasan Asia Pasifik tetap menjadi pemain utama, sementara Afrika muncul sebagai wilayah dengan pertumbuhan tercepat berkat dukungan investasi dan kebutuhan varietas tahan kekeringan.
Analisis Geografis Pasar dan Benih Semangka
Secara geografis, dinamika pasar semangka dan benihnya menunjukkan pola yang beragam antara kawasan maju dan berkembang.
Peluang dan Tantangan Pasar Semangka
Pasar semangka memiliki peluang besar dari transformasi digital pertanian, pengembangan produk premium dan organik, serta ekspansi ke sektor turunan seperti minuman fungsional dan pangan berbasis nabati.
Permintaan yang terus tumbuh di pasar urban dan negara berkembang juga membuka ruang bagi investasi di logistik rantai dingin atau cold chain, inovasi kemasan, dan distribusi langsung ke konsumen.
Di sisi lain, industri ini menghadapi hambatan seperti lambatnya adopsi teknologi di beberapa wilayah, keterbatasan tenaga ahli, serta tekanan biaya produksi yang meningkat. Risiko perubahan iklim dan kelangkaan air juga menjadi ancaman terhadap stabilitas produksi, sehingga diperlukan strategi pertanian yang lebih efisien dan tahan terhadap risiko.
Produksi Semangka Dunia
China mengukuhkan diri sebagai raja dalam produksi semangka global. Pada 2022, negara ini memproduksi sekitar 60,4 juta metrik ton semangka, mencakup lebih dari 60% total produksi dunia.
5 Besar Negara Produsen Semangka Dunia
Berikut adalah lima negara produsen semangka terbesar di dunia berdasarkan nilai produksi tahunan dalam metrik ton, dilansir dari World Population Review tahun 2022:
China
China memproduksi sekitar 60,4 juta metrik ton semangka pada 2022, menyumbang lebih dari 60% dari produksi global. Wilayah produksi utama meliputi Gansu, Xinjiang, dan Mongolia Dalam. Wilayah-wilayah ini menawarkan kondisi optimal untuk pertumbuhan semangka, termasuk sinar matahari yang melimpah dan suhu yang sesuai.
Negara ini memiliki kondisi iklim yang menguntungkan dan teknologi pertanian yang maju, yang berkontribusi pada dominasinya dalam produksi semangka. Penerapan praktik pertanian modern, seperti sistem irigasi yang efisien dan varietas benih berproduktivitas tinggi, turut berkontribusi pada peningkatan produksi.
Di China, semangka adalah buah musim panas yang populer, dengan tingkat konsumsi per kapita termasuk yang tertinggi di dunia.Selain itu, semangka memiliki arti budaya dalam berbagai festival di China dan sering dikaitkan dengan keberuntungan serta kemakmuran. Meskipun sebagian besar dikonsumsi di dalam negeri, ekspor semangka China terus meningkat, menjangkau pasar internasional di Asia, Eropa, dan kawasan lainnya.
Turki
Turki memproduksi sekitar 3,4 juta metrik ton semangka pada 2022. Wilayah Mediterania dan Aegea, khususnya Adana dan Antalya, menjadi area budidaya utama.
Iklim yang mendukung dan tanah yang subur memfasilitasi pertanian semangka. Besarnya produksi membuat semangka menjadi bagian dari makanan pokok dalam pola makan masyarakat Turki sekaligus menjadi komoditas yang diekspor ke berbagai negara.
India
Produksi semangka India mencapai sekitar 3,3 juta metrik ton pada 2022. Negara bagian penghasil utama meliputi Maharashtra, Andhra Pradesh, dan Karnataka. Kondisi iklim yang beragam memungkinkan budidaya sepanjang tahun. Semangka menjadi bagian penting dari ekonomi lokal, terutama pada musim panas.
Aljazair
Aljazair memanen semangka dari sekitar 54.000 hektare lahan pada 2022, dengan hasil rata-rata 37 ton per hektare. Luas area produksi sedikit menurun sebesar 8,4% dibandingkan 2021, tetapi hasil per hektare meningkat sebesar 6,4%. Budidaya semangka memiliki arti penting dalam sektor pertanian Aljazair.
Brasil
Produksi semangka Brasil mencapai sekitar 1,9 juta metrik ton pada 2022, turun 10,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Negara ini memiliki iklim yang mendukung dan tanah yang subur untuk budidaya semangka. Meskipun mengalami penurunan, Brasil tetap menjadi produsen penting di Amerika Selatan.
Produsen Semangka Penting Lainnya
Negara lain yang berkontribusi signifikan terhadap produksi semangka global meliputi Rusia, Pakistan, Amerika Serikat, Senegal, dan Uzbekistan. Negara-negara ini telah menempatkan diri sebagai pemain kunci dalam industri semangka, masing-masing dengan praktik budidaya dan varietas yang khas.
Indonesia sendiri bukan merupakan produsen semangka besar yang dilihat dunia, jika merujuk pada posisinya dalam daftar, yakni berada di peringkat ke-30. Indonesia memproduksi sebanyak 367.8 ribu ton semangka pada 2022.
Bagaimana Indonesia?
Laporan Statistik Hortikultura Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah semangka Indonesia pada 2024 mencapai 4.210.088 kuintal atau 421.008,8 ton. Nilainya naik dibandingkan 2023 tetapi turun jauh dibandingkan 2020 yang menembus 5.603.172 ton pada 2020.
Luas lahan untuk menanam semangka pada 2024 mencapai 31.158 hektare, turun jauh dibandingkan 2020 yang ada di angka 33.417 hektare.
Â
(mae/mae) Addsource on Google