MARKET DATA

Harga Emas & Perak Babak Belur Dihantam Kabar Panas dari Hormuz

mae,  CNBC Indonesia
20 April 2026 06:42
Negara Ini Singkirkan China Jadi Pembeli Emas Terbesar Dunia
Foto: Infografis/ Negara Ini Singkirkan China Jadi Pembeli Emas Terbesar Dunia/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak diperkirakan akan bergerak volatil pekan ini karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pergerakan harga juga ditentukan rangkaian data makroekonomi yang akan menentukan apakah reli harga berlanjut atau justru mengalami koreksi.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada hari ini, Senin (20/4/2026) pukul 06.27 WIB langsung ambruk 1,23% di US$ 4769,13 per troy ons. Emas kembali terlempar dari level US$ 4800 per troy ons.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan lonjakan 0,85% ke US$ 4828,3 per troy ons pada Jumat pekan lalu.

Dalam sepekan, harga emas naik 1,7%. Artinya, emas sudah menguat dalam empat pekan beruntun.

Pelemahan emas dipicu kembali menguatnya harga minyak. Lonjakan ini dikhawatirkan mengerek inflasi sehingga bank sentral Amerika Serikat (AS) menahan pemangkasan suku bunga.

Harga minyak mentah melonjak dalam perdagangan awal pekan ini, Senin (20/4/2026) per 06.01 WIB. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) meonjak 6,9% menjadi US$89,61 per barel. Sementara Brent internasional juga menguat 5,6% ke US$95,49 per barel.

 

Kenaikan ini berbanding terbalik degan Jumat di mana harga minyak ambruk 10% dalam sehari pada Jumat (18/4/2026).

Lonjakan harga minyak membuat indeks dolar kembali menguat. Indeks dolar pada Senin pagi ada di 98.24 setelah sempat melandai di 98,08.

Pembelian emas dikonversi dalam dolar sehingga kenaikan dolar AS bisa mengurangi minat pembelian emas.

Trader akan mencermati harga minyak mentah serta data ekonomi utama AS, termasuk penjualan ritel, data perumahan, dan sentimen konsumen. Angka awal PMI manufaktur dan jasa dari ekonomi besar seperti Inggris dan AS juga akan menjadi perhatian investor.

Sementara itu, gencatan senjata antara AS dan Iran dijadwalkan berakhir pada 22 April, yang dapat memengaruhi sentimen pasar lebih lanjut.

Pranay Mer, Vice President EBG - Commodity & Currency Research di JM Financial Services Ltd, mengatakan investor ETF kembali masuk ke logam mulia dalam sepekan terakhir setelah aksi likuidasi besar pada Maret. Perak juga terus didukung sentimen positif logam industri, terutama tembaga, serta proyeksi defisit pasokan untuk satu tahun lagi.

Pelaku pasar emas juga akan memantau sidang konfirmasi Senat AS untuk Kevin Warsh sebagai Ketua baru Federal Reserve yang dijadwalkan Selasa. Warsh diperkirakan menyampaikan nada dovish terkait pelonggaran kebijakan moneter, yang bisa memberi dukungan tambahan bagi harga logam mulia.

Harga perak ikut ambles.

Harga perak pada perdagangan hari ini, Senin (20/4/2026) pukul 06.38 WIB ada di posisi US$ 79.35 per troy ons, harganya amles 1,8%.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan lonjakan 3,03% pada Jumat pekan lalu.


(mae/mae) Add as a preferred
source on Google
Next Article Harga Emas Bangkit, Saatnya Kumpulkan Tenaga ke Level Tertinggi


Most Popular
Features