MARKET DATA

Produksi Rokok Maret Anjlok, Terendah Sejak Kapan?

mae,  CNBC Indonesia
13 April 2026 15:05
Penjual tembakau linting di toko Kedai Tembakau, Jakarta, Kamis (13/6/2024). Usaha tembakau linting yang dirintis sejak 2021 tersebut menjadi alternatif pilihan bagi perokok di kenaikan harga rokok konvensional. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Penjual tembakau linting di toko Kedai Tembakau, Jakarta, Kamis (13/6/2024). Usaha tembakau linting yang dirintis sejak 2021 tersebut menjadi alternatif pilihan bagi perokok di kenaikan harga rokok konvensional. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi rokok Indonesia turun pada Maret 2026 sejalan dengan historisnya.

Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan produksi rokok pada Maret 2026 mencapai 20 miliar batang. Angka ini anjlok 29,3% dibandingkan Februari 2026 (month to month/mtm) dan jatuh 17,7% dibandingkan Maret 2025 (year on year/yoy).

Bila dirunut sejak 2016-2026, produksi rokok Maret 2026 adalah yang terendah setidaknya sejak 2017 atau 10 tahun.

Secara keseluruhan, produksi rokok Januari-Maret 2026 mencapai 71,2 miliar batang, naik 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produksi Januari-Maret 2026 terbilang rendah dibandingkan rata-rata Januari-Maret atau kuartal I dalam sembilan tahun terakhir (73 miliar batang).

Penurunan produksi rokok Maret 2026 tak bisa dilepaskan dari historisnya yakni libur panjang Lebaran.

Lebaran Idul Fitri 2026 jatuh pada 21 Maret 2026 dan libur panjang dimulai pada 17 Maret 2026 hingga 24 Maret 2026. Libur membuat aktivitas produksi berkurang.

Konsumsi masyarakat juga sudah mencapai puncak sebelum Lebaran.

(mae/mae)



Most Popular