May Day! May Day! Harga Emas Ambruk 2%, Perak Jatuh 3% Pagi Ini

mae, CNBC Indonesia
Senin, 13/04/2026 06:41 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak diperkirakan akan bergejolak pada pekan ini setelah kesepakatan gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat (AS) kandas.

Investor juga mencermati inflasi domestik dan data ekonomi China hingga AS serta pidato sejumlah pejabat The Federal Reserve yang dirilis pekan ini.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu (10/4/2026), harga emas ditutup US$ 4747,49 per troy ons atau melandai 0,34%. Kendati demikian, secara keseluruhan, harga emas naik 1,54% pada pekan lalu.

Harga emas langsung ambruk pada hari ini seiring dengan melonjaknya kembali dolar AS akibat ketegangan politik di Timur Tengah.

Pada Senin (13/4/2026) pukul 06.29 WIB, harga emas ambruk 2,01% ke US$ 4651,94 per troy ons. Indeks dolar melesat ke 99,13 pada Senin pagi setelah dua hari ada di level 98.

Pembelian emas dikonversi dalam dolar AS sehingga kenaikan dolar akan menekan permintaan.

Ketegangan geopolitik global kembali memuncak. Militer Amerika Serikat menyatakan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan dimulai pada Senin pukul 10.00 waktu ET atau 14.00 GMT atau Senin pukul 21.00 WIB (Waktu Indonesia Barat).

Langkah ini berpotensi mengguncang pasar energi dunia karena terjadi di tengah ketidakpastian nasib Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak global.

US Central Command (CENTCOM) menegaskan pihaknya tidak akan menghalangi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran. Artinya, pembatasan difokuskan pada aktivitas maritim yang berkaitan langsung dengan Iran.

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa Angkatan Laut AS akan "memblokade setiap kapal" yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

Trump menilai langkah keras itu diambil setelah perundingan dengan Iran di Pakistan berakhir gagal. Menurut Trump, Teheran menolak "melepaskan ambisi nuklirnya."

Namun versi Iran berbeda. Pemerintah Iran mengklaim kedua pihak sebenarnya sudah "tinggal selangkah lagi" mencapai kesepakatan, tetapi negosiasi runtuh karena AS mengajukan tuntutan maksimalis dan syarat yang terus berubah.

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang memimpin negosiasi di Pakistan menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada ancaman apa pun. Pernyataan keras itu mempertegas bahwa peluang kompromi dalam waktu dekat masih kecil.

Bagaimana Prospek Emas?

Selama harga berada di antara US$4.400 di bawah dan US$5.000 di atas, pasar masih cenderung bergerak sideways dalam rentang tertentu.

Mengingat volatilitas yang terjadi, emas masih menawarkan peluang menarik, tetapi lebih cocok diperdagangkan dari satu level ke level lain, bukan menahan posisi sambil berharap tren panjang.

Dari sisi teknikal, harga emas masih kesulitan menembus zona resistensi US$4.800-US$4.850. Area ini sangat penting karena terdiri dari support lama yang berubah menjadi resistensi.

Selama level tersebut belum ditembus, sulit melihat adanya kenaikan akan terjadi.


(mae/mae) Add as a preferred
source on Google
Pages