MARKET DATA

Rupiah Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Lawan Riyal, Beban Haji Naik

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
10 April 2026 10:40
Mata uang Riyal. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Mata uang Riyal. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap mata uang Arab Saudi yakni riyal (SAR) kembali mencatatkan level terlemah sepanjang masa.

Melansir dari Refinitiv, pada penutupan perdagangan Kamis (9/4/2026), mata uang Garuda ditutup di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,44% terhadap riyal Arab Saudi ke posisi Rp4.551/SAR. Level ini menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa baru terhadap riyal Saudi.

Pada perdagangan intraday pagi ini per pukul 09.18 WIB, rupiah bahkan masih melanjutkan pelemahannya sebesar 0,11% ke level Rp4.556/SAR. Adapun, di sepanjang tahun berjalan 2026, rupiah juga sudah terdepresiasi sekitar 2,52% terhadap mata uang Arab Saudi tersebut.

Salah satu dan yang paling mendominasi dari penyebab pelemahan nilai tukar rupiah terhadap riyal yakni mulai memasukinya musim ibadah haji 2026.

Menjelang musim haji, kebutuhan terhadap valuta asing memang cenderung meningkat, terutama riyal Arab Saudi dan dalam mata uang lain termasuk dolar Amerika Serikat (AS).

Hal ini wajar karena sebagian besar kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi dibayar dalam mata uang asing, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga uang saku jemaah.

Dalam kondisi seperti itu, permintaan terhadap riyal biasanya ikut naik. Ketika permintaan terhadap mata uang asing meningkat, sementara pasokan tidak bertambah dalam besaran yang sama, maka rupiah cenderung menghadapi tekanan.

Realisasi Pembayaran Biaya Penyelenggaraan Haji

Melansir Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), hingga 8 April 2026 realisasi transfer Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 telah mencapai 70,95% dari total anggaran Rp18,21 triliun. Dana yang sudah ditransfer tercatat sebesar Rp12,92 triliun kepada Kementerian Haji dan Umrah Indonesia.

Jika dirinci berdasarkan mata uang, pembayaran dalam bentuk riyal Arab Saudi menjadi yang paling mendekati selesai. Progres kebutuhan riyal tercatat telah mencapai 93,73%, jauh lebih tinggi dibandingkan kebutuhan dalam dolar AS sebesar 35,17% dan dalam rupiah sebesar 42,01%.

BPKH menyebut realisasi transfer tersebut dilakukan dengan asumsi kurs tertentu yang telah ditetapkan sejak awal.

"Secara keseluruhan, realisasi transfer telah mencapai 70,95% dari total anggaran, dengan menggunakan asumsi kurs sebesar Rp16.500/USD dan Rp4.400/SAR," dikutip dari siaran pers BPKH pada hari ini, Jumat (10/4/2026).  

Fakta bahwa kebutuhan riyal sudah hampir seluruhnya dipenuhi menunjukkan permintaan terhadap mata uang ini memang sangat besar menjelang musim haji. Hal ini menandakan kebutuhan valas untuk penyelenggaraan haji sudah masuk tahap yang semakin intensif.

Bukan hanya itu, pada 9 April 2026, BPKH juga menyatakan telah menyiapkan SAR 152,4 juta dalam bentuk banknotes untuk kebutuhan biaya hidup (living cost) jemaah haji 1447 H/2026 M.

BPKH juga memastikan sisa kewajiban pembayaran akan diselesaikan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

"Ke depan, BPKH berkomitmen untuk menyelesaikan sisa kewajiban transfer sebesar Rp5,29 triliun (29,05%) secara bertahap hingga Juli 2026," lanjut BPKH dalam siaran persnya.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular