MARKET DATA

Harga Emas Ambruk 2%, Babak Belur Karena Ucapan Trump

mae,  CNBC Indonesia
03 April 2026 07:00
Emas
Foto: Pexels/Steinberg

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak ambruk lagi seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak dunia.

Dolar terbang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan serangan terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.

Merujuk harga emas pada perdagangan Kamis (2/4/2026) ditutup di posisi US$ 4675,67 per troy ons. Harganya ambruk 1,72% atau hampir 2%.

Pelemahan ini mengakhiri reli emas selama empat hari beruntun sebelumnya dengan penguatan 8,6%. Pelemahan ini juga kembali menyeret emas kembali ke level US$ 4600.

Harga emas ambruk karena lonjakan dolar AS dan harga minyak. 
Dolar AS melonjak tajam, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Indeks dolar kembali menembus level 100 setelah sebelumnya sempat melandai ke 99. Sementara itu, harga minyak mentah brent pada perdagangan Kamis (2/4/204) ditutup di posisi US$ 109,28 per barel atau terbang 8,03%. 

"Pasar sangat fokus pada pernyataan Trump, yang sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda adanya penyelesaian cepat terhadap situasi energi," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, kepada Reuters.

Ia menambahkan bahwa hal ini menekan harga emas dan perak karena kemungkinan penurunan suku bunga menjadi semakin kecil.

Trump dalam pidato televisinya mengatakan bahwa militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran. Namun, dia tidak memberikan jadwal yang jelas untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama sebulan, serta berjanji akan membombardir negara tersebut hingga kembali ke "Zaman Batu".

Harga minyak naik setelah pernyataan Trump. Kenaikan harga energi ini mendorong inflasi secara lebih luas, sehingga mengurangi ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga.

Meskipun dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil bunga. Harga emas spot telah turun 12% sejak konflik di Timur Tengah dimulai pada 28 Februari.

Sentimen pasar juga tertekan oleh kabar bahwa cadangan emas bank sentral Turki turun sebesar 69,1 metrik ton menjadi 702,5 ton pada pekan lalu. Penurunan dalam dua pekan terakhir mencapai lebih dari 118 ton, seiring upaya otoritas untuk meredam dampak pasar akibat perang.

Di Asia, emas diperdagangkan dengan premi di India untuk pertama kalinya dalam dua bulan karena harga yang lebih rendah mendorong permintaan. Sementara itu, premi di China sedikit menurun karena pembeli menunggu koreksi harga yang lebih dalam.

Harga perak juga ikut ambruk.

Merujuk Refnitiv harga perak pada perdagangan Kamis (2/4/2026) ditutup di posisi US$ 72,99 per troy ons. Harganya jatuh 2,84%.

Pelemahan ini mengakhiri reli perak selama empat hari beruntun sebelumnya dengan penguatan 10,4%.


(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular