Apa Itu Indeks "Trump Always Chickens Out"? Bisa Buat Cari Cuan?
Jakarta, CNBC Indonesia - Ada indeks yang ternyata bisa mendeteksi bagaimana kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempengaruhi pasar keuangan dunia.
Namanya Trump Pain Point Index, atau yang lebih dikenal dengan sebutan TACO Index (Trump Always Chickens Out).
Kedengarannya santai, bahkan agak bercanda, tetapi di balik nama unik itu, tersimpan gambaran besar tentang bagaimana kebijakan Donald Trump bisa mempengaruhi, bahkan mengguncang, pasar keuangan dunia, mulai dari saham, obligasi, hingga harga energi.
Oleh karena itu, index itu mulai dipakai serius oleh analis buat membaca satu hal penting: kapan tekanan pasar sudah terlalu berat sampai akhirnya Trump melunak atau "mundur pelan-pelan".
Simple but Powerful
Secara konsep, TACO Index menggabungkan berbagai indikator penting menjadi satu ukuran tekanan. Di antaranya:
- Pergerakan saham seperti S&P 500
- Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun (acuan biaya utang global)
- Suku bunga KPR
- Harga bensin (energi)
- Ekspektasi inflasi
- Tingkat kepuasan publik terhadap presiden
Kalau semua indikator ini bergerak ke arah negatif secara bersamaan, ketika harga saham turun, bunga naik, harga energi mahal, itu artinya tekanan terhadap pemerintah sedang berada di level tinggi.
Dengan kata lain, indeks ini mencoba menjawab pertanyaan sederhana seperti seberapa "sakit" kondisi ekonomi dan politik saat ini?
Membaca Pola TACO Index
Melansir TACO index yang digambarkan BCA Research dalam 15 terakhir, ada pola yang cukup konsisten yaitu setiap kali indeks ini naik ekstrem, kebijakan Trump biasanya ikut berubah.
Beberapa contohnya:
- April 2025 → Lonjakan tekanan diikuti jeda tarif 90 hari
- September 2025 → Government shutdown berakhir
- Desember 2025 → Ancaman terhadap Greenland dicabut
- Maret 2026 → Ancaman ke infrastruktur energi Iran ditarik
Pola ini konsisten. Ketika imbal hasil obligasi pemerintah melonjak terlalu tinggi bersamaan dengan jatuhnya harga saham, Trump akan turun tangan.
Foto: IstimewaTACO Index |
Â
Jadi semua hal itu terjadi bukan bukan kebetulan. Pasar seperti punya "rem" sendiri.Yang paling sering jadi pemicu adalah kombinasi dua hal:
- Yield obligasi naik tinggi → biaya utang pemerintah melonjak
- Pasar saham turun → kepercayaan investor melemah
Kalau dua hal ini terjadi bersamaan, dampaknya langsung terasa ke ekonomi riil, di mana suku bunga kredit naik, biaya hidup meningkat, dan risiko perlambatan ekonomi makin besar.
Di titik ini, pemerintah biasanya tidak punya banyak pilihan selain menenangkan pasar.
Di sinilah muncul istilah "Trump Put." Artinya, ada batas tidak tertulis, kalau kondisi pasar sudah terlalu sakit, pemerintah hampir pasti akan turun tangan buat menenangkan situasi.
Menariknya lagi, sekarang pasar bahkan sudah mulai "memainkan strategi" dari pola ini.
Banyak investor percaya kalau kondisi sudah terlalu buruk, Trump akan pivot. Jadi pasar kadang tidak terlalu panik, karena berharap akan ada kebijakan yang meredakan situasi.
Namun di sisi lain, ini juga menciptakan dilema. Kalau pasar terlalu tenang, kebijakan agresif bisa berlanjut. Di sisi lain, kalau pasar terlalu tertekan, maka kebijakan akan dilonggarkan.
Pada akhirnya, TACO Index menunjukkan satu hal penting yaitu hubungan antara kebijakan dan pasar kini tidak lagi satu arah. Kebijakan bisa menggerakkan pasar, tetapi pasar juga bisa "menekan balik" kebijakan.
Selama pola ini masih terjadi, indeks TACO bisa jadi semacam alat pendeteksi bagi investor untuk menilai kapan tekanan besar akan memicu perubahan besar bagi kebijakan global.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(mae/mae) Addsource on Google
Foto: Istimewa