MARKET DATA

36 Saham Ini Jadi "Penghuni Abadi" Zona Gocap, Harga Nyangkut di Rp 50

saw,  CNBC Indonesia
26 March 2026 11:55
Seorang karyawan mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/3/2018). IHSG pada perdagangan Rabu (21/3/2018) dibuka menguat 0,27% ke  6.260,18 poin dari penutupan kemarin di 6.243,57 poin. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihargai mahal. Setidaknya ada 36 saham yang berada di harga gocap alias Rp50 perak. Posisi ini seringkali mencerminkan sisi lain dari pasar modal, di mana likuiditas seolah membeku.

Ketika sebuah saham berada di harga Rp50, ia berada di titik paling bawah perdagangan, sebuah garis tipis antara harapan pemulihan dan risiko terburuk seperti suspensi berkepanjangan hingga delisting dari bursa.

Bagi banyak investor, saham-saham di level ini kerap menjadi jebakan likuiditas. Membelinya mungkin mudah karena harga sudah sangat rendah, tetapi menjualnya kembali sering kali menjadi tantangan karena antrean pembeli di pasar hampir tidak ada.

Kondisi ini biasanya dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari fundamental perusahaan yang memburuk, aktivitas bisnis yang melemah, hingga persoalan hukum atau tata kelola yang membuat minat pasar menghilang.

Meski demikian, sebagian pelaku pasar masih melirik saham-saham gocap dengan logika high risk, high reward.

Kenaikan satu poin saja dari 50 ke 51 sudah berarti lonjakan sekitar 2%, sehingga secara teori terlihat menarik bagi spekulan.

Namun realitasnya tidak selalu seindah itu. Banyak saham dalam daftar tersebut sudah lama bergerak stagnan, bahkan sebagian sempat mengalami suspensi panjang, membuat harapan pemulihan menjadi semakin tipis.

Di tengah regulasi bursa yang semakin ketat, saham dengan likuiditas sangat rendah dan kinerja yang tidak membaik juga berpotensi masuk Papan Pemantauan Khusus, di mana mekanisme perdagangan memungkinkan harga turun jauh di bawah Rp50, bahkan bisa sampai 1 perak saja melalui skema full call auction. Artinya, angka 50 tidak lagi bisa dianggap sebagai "lantai aman" bagi investor.

Pada akhirnya, memiliki saham-saham di level ini sering kali terasa seperti memegang aset yang sulit dicairkan.

Portofolio mungkin terlihat penuh di atas kertas, tetapi tanpa likuiditas yang memadai, nilainya bisa saja lebih menyerupai tiket spekulasi dengan masa berlaku yang tidak pasti.

Adapun berikut daftar emiten yang harga saham-nya berada di gocap:

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular