MARKET DATA

10 Produsen Garam Terbesar di Dunia: Maaf, RI Masih Jauh

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia
25 March 2026 17:40
Ilustrasi Amethyst Bamboo Korean Sea Salt. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Amethyst Bamboo Korean Sea Salt. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdagangan garam global menunjukkan dinamika yang menarik, di mana dominasi pasar tidak selalu ditentukan oleh kapasitas produksi.

Belanda tercatat sebagai eksportir garam terbesar di dunia dengan volume ekspor mencapai sekitar 1,9 juta ton per tahun. Posisi ini cukup unik mengingat Belanda bukan merupakan produsen garam terbesar secara global.

Di bawah Belanda, sejumlah negara lain seperti Jerman, India, Kanada, dan Chili juga menjadi pemain utama dalam ekspor garam dunia.

Negara-negara ini tidak hanya mengandalkan produksi, tetapi juga didukung oleh sistem distribusi dan kapasitas ekspor yang kuat. India, misalnya, memiliki keunggulan geografis dengan wilayah pesisir luas seperti Gujarat yang ideal untuk produksi garam melalui evaporasi air laut, sementara Jerman mengkombinasikan produksi dari tambang dan sumber air laut untuk menjaga pasokan.

Sementara itu, dari sisi produksi, peta global menunjukkan aktor yang berbeda. China menjadi produsen garam terbesar di dunia dengan output mencapai sekitar 53 juta ton per tahun, diikuti oleh Amerika Serikat dan India.

Sayangnya, Indonesia tidak masuk dalam daftar meskipun Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan garis pantai panjang. Produksi garam Indonesia hanya mencapai 2 juta ton per tahun.

Tingginya produksi di negara-negara ini didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang melimpah serta kondisi geografis yang memungkinkan produksi dalam skala besar, baik melalui tambang maupun evaporasi air laut.

Perbandingan antara data ekspor dan produksi ini menunjukkan adanya paradoks dalam perdagangan global.

Negara dengan produksi terbesar tidak selalu menjadi eksportir utama karena sebagian besar output digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik, terutama untuk sektor industri. Sebaliknya, negara dengan sistem logistik yang unggul mampu menguasai pasar ekspor meskipun kapasitas produksinya relatif lebih kecil.

Garam sendiri merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting tidak hanya dalam konsumsi rumah tangga, tetapi juga dalam berbagai sektor industri seperti kimia, pengolahan air, hingga manufaktur.

Dengan permintaan global yang stabil, negara yang mampu mengintegrasikan produksi, pengolahan, dan distribusi secara efisien akan tetap menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global.

 

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular